Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Empat Golongan Manusia Jadi Tema Kuliah Subuh Abdul Mu’ti di Lhokseumawe

Iklan Landscape Smamda
Empat Golongan Manusia Jadi Tema Kuliah Subuh Abdul Mu’ti di Lhokseumawe
Abdul Mu’ti saat menyampaikan tausiyah. Foto: Istimewa.
pwmu.co -

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyampaikan pesan mendalam tentang kepribadian manusia dalam Kuliah Subuh di Masjid Baiturrahman Kota Lhokseumawe, pada Jumat (30/1/2026) pagi.

Tausiyah yang diawali dengan pembacaan Surat Al-‘Ashr tersebut mengangkat tema “Manusia, Kepribadian, dan Kehadirannya di Dunia-Akhirat.”

Jamaah tampak antusias menyimak uraian yang menekankan pentingnya kesatuan antara iman, akhlak, dan manfaat sosial.

Dalam pemaparannya, Abdul Mu’ti membagi manusia ke dalam empat kelompok. Pertama, mufsid, yaitu orang yang imannya rusak, kepribadiannya rusak, serta gemar membuat kerusakan di muka bumi.

Ia mengaitkan golongan ini dengan tiga ciri orang munafik, yakni berdusta saat berbicara, mengingkari janji, dan berkhianat ketika diberi amanah. Menurutnya, orang-orang seperti ini tampak menipu orang lain, padahal sejatinya justru menipu diri sendiri.

Kelompok kedua adalah muflis, yaitu orang yang tampak rajin beribadah seperti salat, zakat, bahkan berhaji, namun perilakunya justru menyakiti orang lain. Lisan yang kasar, sifat iri dan dengki, kegemaran membuka aib, hingga melakukan pelanggaran sosial seperti korupsi membuat ibadahnya tidak membuahkan nilai kebaikan.

“Salatnya jalan, tapi maksiatnya juga jalan,” ujarnya, menggambarkan kondisi orang yang secara lahir tampak saleh, tetapi merugi di akhirat.

Selanjutnya, kelompok ketiga adalah muslih, yakni pribadi yang tidak hanya baik bagi dirinya sendiri, tetapi juga menghadirkan kebaikan bagi orang lain. Inilah golongan yang beruntung sebagaimana terkandung dalam Surat Al-‘Ashr: beriman dan beramal saleh.

Ia menegaskan adanya perbedaan antara saleh dan muslih. Saleh cenderung baik secara personal, sedangkan muslih memberikan dampak sosial. Amal saleh, jelasnya, memiliki empat unsur utama, yaitu niat ikhlas karena Allah, sesuai dengan syariat, membawa maslahat, dan melahirkan perbaikan (islah).

Adapun tingkatan tertinggi adalah muhsin, yakni orang yang berbuat baik secara optimal dan unggul. Menurut Abdul Mu’ti, umat Islam tidak cukup hanya menjadi baik, tetapi harus menghadirkan kualitas terbaik dalam setiap amal.

Menutup ceramahnya, ia mengajak jamaah Subuh untuk terus meningkatkan kualitas diri agar setidaknya menjadi muslih dan, bila mampu, naik ke derajat muhsin, pribadi yang kehadirannya memberi manfaat nyata bagi sesama serta bernilai di hadapan Allah. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu