Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Empat Kampus Al Mizan Serentak Gelar Pembukaan Ekstrakurikuler Hizbul Wathan Tahun Ajaran 2025-2026

Iklan Landscape Smamda
Empat Kampus Al Mizan Serentak Gelar Pembukaan Ekstrakurikuler Hizbul Wathan Tahun Ajaran 2025-2026
pwmu.co -
Suasana pembukaan di Pondok Al Mizan Putra. (Sholahudin/PWMU.CO)

PWMU.CO – Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Al Mizan Muhammadiyah Lamongan menggelar pembukaan kegiatan ekstrakurikuler secara serentak di empat kampus, Jumat (18/7/2025).

Kegiatan yang digelar serempak di Kampus 1 Pondok Putri, Kampus 2 Pondok Putra, serta Pondok Tahfidz Putri dan Tahfidz Putra ini dihadiri seluruh santri, para pembina HW Al Mizan, dan Dewan Eksekutif Pondok.

Acara pembukaan semakin semarak dengan penampilan Tim PBB dan Parade Semaphore Hizbul Wathan Al Mizan. Tim ini dikenal sebagai juara di berbagai kompetisi, mulai dari tingkat daerah hingga nasional.

Dalam sambutannya, Pembina HW Al Mizan yang juga Ketua Kwartir Cabang Hizbul Wathan Lamongan, Alfain Jalaluddin Ramadlan, menyampaikan ucapan selamat datang kepada para santri baru yang kini resmi bergabung dalam keluarga besar Kepanduan HW Al Mizan.

“Alhamdulillah, kegiatan ini disambut dengan antusias oleh para santri, meskipun cuaca cukup panas,” tuturnya.

Ia mengajak para santri untuk menjadikan momen ini sebagai titik awal dalam menanamkan semangat perjuangan dan kecintaan terhadap ilmu, sebagaimana diteladankan oleh KH Ahmad Dahlan.

Alfain Jalaluddin Ramadlan saat menyampaikan amanatnya. (Istimewa/PWMU.CO)

Meneladani KH Ahmad Dahlan

Dalam amanatnya, Alfain menyampaikan kisah inspiratif tentang perjuangan pendiri Muhammadiyah tersebut.

Ia menuturkan bahwa sejak kecil KH Ahmad Dahlan sudah menunjukkan semangat belajar yang luar biasa.

“Pada usia 8 tahun, beliau sudah mahir membaca dan menghafal Al-Qur’an. Lalu, saat berumur 15 tahun, beliau berani menuntut ilmu hingga ke Mekkah,” ungkapnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Di tanah suci, Ahmad Dahlan belajar kepada para ulama pembaharu seperti Muhammad Abduh, Rasyid Ridha, dan Jamaluddin Al-Afghani. Pemikiran-pemikiran progresif itu kemudian beliau bawa pulang ke Indonesia dan diimplementasikan melalui pendirian Muhammadiyah.

“Organisasi Muhammadiyah yang beliau dirikan kini menjadi salah satu organisasi Islam terbesar di dunia, bahkan dikenal sebagai organisasi Islam terkaya di tingkat global,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Melalui Hizbul Wathan ini, saya mengajak para santri untuk meneladani keberanian KH Ahmad Dahlan dalam menuntut ilmu, termasuk semangatnya untuk belajar hingga ke luar negeri meskipun masih muda. Itulah semangat kepanduan sejati.”

Semangat Kepanduan

Rakanda Sholahuddin, salah satu pembina lainnya, juga memberikan motivasi kepada para santri. Ia mendorong agar para peserta aktif dan semangat mengikuti seluruh proses pembinaan Hizbul Wathan.

“Gerakan kepanduan ini bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler, tapi wadah pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kepemimpinan,” pesannya.

Dengan semangat yang berkobar sejak hari pertama, kegiatan Hizbul Wathan di Pondok Pesantren Al Mizan diharapkan mampu menjadi ruang tumbuhnya kader-kader unggul, yang siap meneruskan perjuangan KH Ahmad Dahlan di masa depan. (*)

Penulis Natasya Daffa Editor Azrohal Hasan

Suasana pembukaan di Pondok Al Mizan Putri. (Istimewa/PWMU.CO)
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu