Khutbah Pertama
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي مَنَّ عَلَيْنَا بِالتَّوْفِيقِ لِعَمَلِ الْخَيْرَاتِ، وَحَبَّبَ إِلَيْنَا الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِنَا، وَكَرَّهَ إِلَيْنَا الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ، نَحْمَدُهُ تَعَالَى حَمْدَ الشَّاكِرِينَ، وَنَسْتَغْفِرُهُ اسْتِغْفَارَ الْمُذْنِبِينَ، وَنَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَنَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ، وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيرًا.
أَمَّا بَعْدُ،
فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِيَ الْمُقَصِّرَةَ بِتَقْوَى اللَّهِ الْعَلِيِّ الْقَدِيرِ، فَإِنَّهَا وَصِيَّةُ اللَّهِ لِلْأَوَّلِينَ وَالْآخِرِينَ، قَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِي مُحْكَمِ كِتَابِهِ:
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ} (سورة آل عمران: ١٠٢) وَقَالَ أَيْضًا: {وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا، لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ} (سورة الأعراف: ٩٦)
Hadirin jamaah Jum’at yang dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala,
Marilah kita senantiasa memanjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah menganugerahkan kepada kita nikmat iman, Islam, dan kesehatan, sehingga pada kesempatan yang mulia ini kita dapat berkumpul di rumah Allah untuk menunaikan salah satu kewajiban agung, yaitu shalat Jum’at.
Selanjutnya, marilah kita meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya. Dengan iman dan takwa itulah kita berharap dapat menghadap Allah ﷻ dalam keadaan memperoleh ridha-Nya dan mendapatkan keselamatan di akhirat. Allah ﷻ berfirman:
وَتَزَوَّدُوْا فَاِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوٰىۖ
“Berbekallah karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.” (QS. Al-Baqarah [2]: 197)
Hadirin ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Sebentar lagi, kita akan memasuki bulan suci Ramadan, bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT. Ramadan bukan sekadar bulan biasa, tetapi bulan yang istimewa, di mana pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.
Ini adalah kesempatan besar bagi kita untuk meningkatkan ibadah dan ketakwaan kepada Allah SWT. Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan diri, agar Ketika Ramadhan telah tiba, kita telah siap dengan segala amalan yang seharusnya.Lalu, bagaimana cara kita menyambut bulan yang mulia ini?
Menyambut Bulan Ramadhan
Hadirin ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Dalam menyambut Ramadhan yang mulia ini setidaknya kita harus mempersiapkan empat hal. Pertama, Persiapan Ilmu. Tidak sah suatu amal tanpa dilandasi ilmu. Begitu pula puasa dan ibadah Ramadhan lainnya.
Seorang muslim wajib mempelajari rukun puasa, syarat sahnya, hal-hal yang membatalkannya, serta tata cara qiyamul lail (shalat Tarawih dan Witir) yang benar. Ilmu adalah kompas ibadah. Tanpa ilmu, kita berpotensi melakukan bid’ah atau bahkan merusak pahala puasa itu sendiri.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:
مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ
Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, niscaya Allah menjadikannya paham dalam urusan agama.
(HR. Bukhari)
Kedua: Persiapan Ruhani dan Taubat Nasuha
Ramadhan adalah bulan penyucian jiwa. Tidaklah bijak jika kita memasuki Ramadhan sementara hati kita masih dipenuhi lumpur dosa dan kemaksiatan yang belum terhapus. Kita harus segera bertaubat dari segala kesalahan, baik yang besar maupun yang kecil, taubat yang murni (nasuha). Taubat adalah fondasi utama agar ibadah kita diterima dan ruh kita siap menerima pancaran rahmat ilahi.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُم سَيِّئَاتِكُم وَيُدْخِلَكُم جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنهَارُ
Wahai orang-orang yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. (QS. At-Tahrim: 8)
Ketiga: Persiapan Fisik dan Latihan
Para salafus shalih terbiasa melatih diri di bulan Sya’ban. Mereka memperbanyak puasa sunnah agar tubuh dan mental mereka terbiasa dengan ritme puasa. Ramadhan menuntut stamina yang prima untuk menunaikan puasa di siang hari dan qiyamul lail di malam hari. Oleh karena itu, kita dianjurkan melatih diri di bulan Sya’ban, seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.
‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha berkata:
مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ قَطُّ إِلَّا رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ مِنْهُ صِيَامًا فِي شَعْبَانَ
Aku tidak pernah melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam berpuasa sebulan penuh kecuali bulan Ramadhan, dan aku tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada puasa beliau di bulan Sya’ban.
(HR. Bukhari dan Muslim)
Keempat: Pengelolaan Waktu dan Fokus Digital
Hadirin jamaah yang berbahagia, di era digital ini, Ramadhan menghadapi tantangan yang unik. Dunia digital menjadi “pencuri waktu” (Sariqul Awqat) yang sangat efektif. Waktu kita seringkali habis untuk menggulirkan (scrolling) media sosial, menonton hal yang sia-sia, atau terlibat dalam ghibah dan perdebatan online yang tidak produktif. Semua ini merusak substansi puasa kita, karena puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan pandangan, lisan, dan hati dari perkara yang melalaikan.
Tujuan puasa adalah meraih takwa. Takwa membutuhkan fokus penuh dan menjauhi kesia-siaan (Al-Laghwu). Maka, mari kita buat “detoks digital” selama Ramadhan. Batasi interaksi yang tidak perlu, dan alihkan waktu yang tadinya dihabiskan di depan layar gawai menjadi waktu untuk membaca Al-Qur’an, berzikir, dan merenung.
Allah Subhanahu wa Ta’ala memuji orang-orang beriman:
وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ
Dan sungguh beruntung orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna.
(QS. Al-Mu’minun: 3)
Hadirin ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Ramadhan adalah madrasah agung. Jangan sampai kita menjadi orang yang merugi, yang hanya mendapatkan lapar dan haus dari puasanya.
Mari kita jadikan Ramadhan kali ini sebagai Ramadhan terbaik dalam hidup kita, dengan niat yang murni dan amal yang konsisten. Ingatlah, bahwa puasa bukanlah beban, melainkan hadiah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala bagi hamba-hamba-Nya yang ingin meraih derajat muttaqin.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kita umur panjang, kesehatan, dan kemampuan untuk memaksimalkan ibadah kita di bulan yang mulia ini.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيم
Khutbah Kedua
الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلى تَوْفِيقِهِ وَامْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إِلَى رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمْ تَسْلِيْمًا كِثِيْرًا أَمَّا بَعْدُ
فَيا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا الله فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرِ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَى بِمَلَائِكَتِهِ بِقُدْسِهِ. وَقَالَ تَعَالَى إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِى ياأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلَّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيائِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلَائِكَةِ الْمُقرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانِ الْيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءُ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإسْلامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِين وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِيْنَ وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ. اللهم اغفر لنا ولوالدينا وارحمهما كما ربيانا صغارا. ربنا هب لنا من أزواجنا وذرياتنا قرة أعين واجعلنا للمتقين إماما. ربنا اغفر لنا ولاخواننا الذين سبقونا بالايمان ولا تجعل في قلوبنا غلا للذين امنوا. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللَّهِ! إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبِيَ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرْ





0 Tanggapan
Empty Comments