Dakwah memiliki peran strategis yang tidak hanya menyampaikan dan mengajak. Dalam perspektif dakwah komunitas, dakwah harus bersifat inklusif, mencakup pendampingan hingga advokasi.
Atas dasar itu, delegasi Jawa Timur yang dipimpin Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Dr. Sholihin Fanani, bersama Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PWM Jawa Timur menunjukkan respons positif dengan mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) LDK Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Delegasi LDK PWM Jawa Timur terdiri atas Koko Susanto dan Aksar Wiyono selaku Wakil Ketua LDK PWM Jawa Timur. Mereka mengikuti Rakornas yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Semarang, Jawa Tengah.
Dalam perjalanan menuju lokasi kegiatan, Dr. Sholihin Fanani menyampaikan arahan substansial kepada delegasi. Ia menekankan bahwa terdapat empat proses penting dalam dakwah yang harus dipahami dan diimplementasikan secara utuh.
1. Tilawah: Mencerdaskan dan Mencerahkan
Proses pertama adalah tilawah, yaitu mencerdaskan dan mencerahkan umat melalui pemahaman ajaran Islam secara tekstual dan kontekstual. Tilawah mencakup pemahaman prinsip-prinsip dasar keimanan, ibadah, serta muamalah duniawiyah. Melalui tilawah, fondasi keilmuan umat dapat dibangun secara kokoh untuk menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
2. Tazkiyah: Mensucikan Hati dan Jiwa
Proses kedua adalah tazkiyah, yakni mensucikan hati, jiwa, dan pikiran. Dakwah tidak hanya menyentuh aspek intelektual, tetapi juga memperhatikan kebersihan batin dan kesehatan mental. Dengan tazkiyah, umat diajak membangun jiwa yang positif, tangguh, dan berakhlak mulia.
3. Ta’lim: Menanamkan Kesadaran
Proses ketiga adalah ta’lim, yaitu menanamkan kesadaran secara konkret tentang nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Ta’lim mengarahkan umat untuk mampu membedakan antara yang benar dan salah, mengerjakan kebaikan, serta meninggalkan keburukan secara konsisten.
4. Kesadaran Spiritual: Meneguhkan Ketauhidan
Proses terakhir adalah kesadaran spiritual, yakni keyakinan total terhadap ketauhidan bahwa Allah Swt. adalah satu-satunya sesembahan dan pelindung. Kesadaran ini menumbuhkan keyakinan bahwa manusia tidak pernah sendiri dalam menghadapi kehidupan karena Allah senantiasa membersamai dan menolong hamba-Nya.
“Para dai dan pendakwah, mari kita jadikan empat proses ini sebagai pedoman dalam berdakwah. Mari kita cerdaskan, sucikan, tanamkan kesadaran, dan bimbing umat menuju kesadaran spiritual,” pesan Dr. Sholihin Fanani.
Ia menambahkan bahwa dakwah harus dilakukan secara istiqamah dan penuh kesungguhan.
“Jangan pernah lelah untuk berdakwah, karena setiap langkah kita dapat membawa perubahan besar. Mari kita jadikan diri kita sebagai agen perubahan, dan mari kita bawa cahaya Islam ke seluruh penjuru dunia!”





0 Tanggapan
Empty Comments