
PWMU.CO – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) secara resmi mengirimkan putra-putri terbaik bangsa untuk berkompetisi di ajang Olimpiade Biologi Internasional atau International Biology Olympiad (IBO) ke-36. IBO tahun ini diselenggarakan mulai Minggu (20/7/2025) hingga Minggu (27/7/2025) di Kota Quezon, Filipina.
Adapun siswa-siswi yang mewakili Indonesia pada ajang internasional bergengsi ini adalah Dave Vicco Youki dari SMA Kristen Penabur Cirebon, Jeffry dari SMA Negeri 1 Tanjungpinang, Muhammad Nafis Hidayatullah dari SMA Negeri 3 Semarang, dan Keisya Dhiandra Prabowo dari SMA Al-Abidin Bilingual Boarding School, Surakarta.
Kepala Pusat Prestasi Nasional Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene Herdjiono, menyampaikan dukungannya kepada para delegasi yang akan berlaga di IBO 2025.
“Selamat berjuang untuk adik-adik yang mewakili Indonesia di ajang IBO. Semoga lewat pembinaan yang telah dilalui, prestasi yang diraih dapat maksimal,” tuturnya pada kesempatan terpisah, Sabtu (19/7/2025).
Sementara itu, Koordinator Pembina IBO Indonesia, Ahmad Faizal, menegaskan bahwa tim Olimpiade Biologi Indonesia telah siap tampil optimal di ajang IBO.
“Para siswa sudah siap berkompetisi. Melalui pembinaan yang dilakukan dalam tiga tahap, mudah-mudahan hasil yang dicapai di IBO kali ini bisa maksimal. Terima kasih atas dukungan dari Puspresnas, sekolah, orang tua, para guru, dan tim pembina. Siswa-siswa Indonesia sudah siap mengharumkan nama bangsa. Mohon doa restunya,” kata Ahmad Faizal.
Keempat delegasi Indonesia sebelumnya merupakan peraih medali dalam ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) SMA/MA/Sederajat bidang Biologi, dan telah melalui proses pembinaan intensif Tahap I, II, dan III oleh Puspresnas, Kemendikdasmen.
Salah satu peserta, Keisya Dhiandra Prabowo dari SMA Al-Abidin Bilingual Boarding School, Surakarta, mengatakan bahwa melalui pembinaan dari Puspresnas, ia mendapatkan bekal yang berharga sebelum berkompetisi di ajang IBO.
“Selama dua minggu di Pembinaan Tahap III, saya dan teman-teman mendapat pelatihan praktikum mulai dari bidang ekologi biosistematika, biologi sel dan molekuler, biomedis, dan mikrobiologi. Selain itu, ada pelatihan teori mulai dari pembahasan hingga pengerjaan soal. Semoga kami dapat menorehkan prestasi membanggakan di ajang IBO,” harap Keisya.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh perwakilan Indonesia lainnya, Jeffry dari SMA Negeri 1 Tanjungpinang.
“Kami di sini banyak sekali pelatihan seperti praktikum dan simulasi teori. Dengan bekal yang diberikan, semoga bisa mendapatkan medali emas,” ucap Jeffry.
Sebagai informasi, IBO merupakan ajang kompetisi sains tahunan yang bergengsi di bidang biologi dan diikuti oleh lebih dari 70 negara dari seluruh dunia. Kompetisi ini menjadi wadah bagi siswa-siswa terbaik untuk menunjukkan kemampuan dan prestasinya di tingkat internasional. (*)
Penulis Humas Kemendikdasmen Editor Ni’matul Faizah





0 Tanggapan
Empty Comments