Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Empat Tantangan PDM Lamongan ke Depan

Iklan Landscape Smamda
pwmu.co -
Empat Tantangan PDM Lamongan Ke Depan. Ketua PDM Lamongan Drs H Shodikin MPd saat memberikan pengarahan pada acara Silaturahim sekaligus Penyerahan Surat Keputusan (SK) Majelis dan Lembaga PDM Lamongan Periode 2022-2027 (Alfain/PWMU.CO)
Empat Tantangan PDM Lamongan Ke Depan. Ketua PDM Lamongan Drs H Shodikin MPd saat memberikan pengarahan pada acara Silaturahim sekaligus Penyerahan Surat Keputusan (SK) Majelis dan Lembaga PDM Lamongan Periode 2022-2027 (Alfain/PWMU.CO)

Empat Tantangan PDM Lamongan ke Depan. Liputan Alfain Jalaluddin Ramadlan, Kontributor PWMU.CO Lamongan

PWMU.CO – Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan, Drs H Shodikin MPd mengatakan, ada empat tantangan yang dihadapi PDM Lamongan ke depan.

Hal itu dia sampaikan dalam acara silaturahim sekaligus penyerahan surat keputusan (SK) Majelis dan Lembaga PDM Kabupaten Lamongan periode 2022-2027, di Aula PDM, Rabu (24/5/2023).

“Pertama tentang kesungguhan kita menjaga akidah islamiah. Karena sekarang banyak informasi tentang agama dan keyakinan, yang informasi itu tidak nyambung dengan guru-guru kita. Melainkan informasi itu rawahu Google, rawahu Youtube, rawahu Facebook,” ujarnya.

Maka, dia mengingatkan, agar nanti Majelis Tabligh benar-benar menjaga tentang akidah islamiah. Sehingga generasi ke depan menjadi generasi yang selamat.

Tantangan kedua, digitalisasi. Sekarang ini, menurut Shodikin banyak anak muda yang mendapatkan pelajaran bukan dari gurunya, bukan dari ustadznya, tapi belajar sendiri dari handphone.

“Sehingga mengakibatkan banyak anak-anak yang hafal lagu negatif,” katanya.

Muhammadiyah DIharapkan Terus Hadir

Maka dia menekankan agar Muhammadiyah Lamongan terus hadir membersamai generasi milenial untuk membranding kepribadian mereka.

“Jadi, digitalisasi ini penting, termasuk digitalisasi dakwah, konten-konten kreatif yang menyelamatkan anak muda, dan konten-konten tentang agama,” tuturnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Ketiga, tantangan untuk membangun pusat unggulan amal usaha.

“Ketika kita membangun sekolah, lembaga pesantren dan amal usaha lainnya, yang perlu ditingkatkan yaitu kelembagaanya, tata kelolanya, dan memberikan pelayanan keunggulan. Untuk itu, Majelis Dikdasmen juga harus membangun pusat pendidikan non formal,” ucapnya.

Keempat, membangun ekonomi jamaah. Selama ini, kata Kiai Shodikin, sapaan akrabnya, kita mempunyai program pencerahan fikir dan pencerahan hati yang menjadikan kita otaknya cerdas, hatinya sholih dan skil tangannya menjadi terampil.

“Ke depan kita harus membangun ekonomi. Kita arahkan keluarga besar Muhammadiyah itu ‘sugih bareng-bareng’,” ajaknya.

Dia juga mengajak kepada kader Muhammadiyah yang sudah mempunyai usaha, untuk bersama-sama membangun ekonomi jamaah. (*)

Co-Editor Nely Izzatul Editor Mohammad Nurfatoni

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu