Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Empat Wajah Sabar, Jalan Sunyi yang Menguatkan Iman

Iklan Landscape Smamda
Empat Wajah Sabar, Jalan Sunyi yang Menguatkan Iman
Ustaz H. Muhammad Syaikhul Islam memberi tausiyah di Masjid An-Nuur, Surabaya, Ahad (7/9/2025). Foto: Munahar
pwmu.co -

Tidak semua orang menyadari, bahwa bangun pagi dalam keadaan sehat adalah salah satu nikmat Allah yang paling sering terlewatkan.

Dari titik kecil inilah, Ustaz H. Muhammad Syaikhul Islam mengawali kajian subuh di Masjid An-Nuur, Surabaya, Ahad (7/9/2025).

Dengan nada lembut, dia mengingatkan jamaah bahwa rasa syukur sejati lahir dari kesadaran sederhana, sebelum kemudian menuntun mereka pada tema utama, yakni sabar sebagai penopang iman.

Ustaz Syaikhul membuka kajian dengan mengingatkan satu nikmat yang sering luput disadari. Nikmat bangun dari tidur dalam keadaan sehat.

“Ini adalah nikmat Allah yang banyak dilupakan. Tugas kita adalah bersyukur dengan membaca doa, Alhamdulillahil-ladzi ahyaanaa ba’da maa amaatanaa wailaihin nusyuur,” ujarnya. Para jemaah pun mengangguk pelan, seakan menyadari betapa sederhana namun besarnya karunia tersebut.

Dia lalu mengutip sabda Rasulullah saw: “Barangsiapa yang mendatangi majelis ilmu, maka Allah akan memudahkan langkah kakinya menuju surga.”

Hadis itu menjadi penguat, bahwa setiap langkah kaki menuju masjid di pagi buta sesungguhnya sedang diganjar pahala besar.

Sabar dan Salat sebagai Penolong

Ustaz Syaikhul menggarisbawahi perintah Allah SWT dalam Al-Qur’an untuk menjadikan sabar dan salat sebagai penolong. Dia lalu membacakan QS. Al-Baqarah ayat 45 dan 153 yang menegaskan hal tersebut.

“Jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’,” katanya, sembari menekankan bahwa dunia ini hanya sementara, sedangkan kehidupan sejati menanti di akhirat.

Untuk menguatkan pesan tersebut, Ustaz Syaikhul menyinggung kisah Perang Badar. Dengan hanya 313 pasukan, kaum muslimin mampu mengalahkan 1.000 musuh. “Secara logika, mustahil bisa menang. Tetapi dengan sabar dan salat, Allah turunkan pertolongan-Nya melalui malaikat,” jelasnya.

Ustaz Syaikhul tidak hanya menyampaikan teori. Di juga membagikan kisah nyata tentang seorang jemaah haji asal Libya, Amir Khadafi Al-Mahdi, yang sempat mengalami penundaan keberangkatan haji.

Setelah melewati banyak kendala, akhirnya ia bisa berangkat. “Inilah buah kesabaran. Allah akan ganti dengan yang lebih baik,” tegas beliau.

Empat Kategori Sabar

Ustaz Syaikhul juga menjelaskan empat kategori sabar yang harus dimiliki seorang mukmin.

1. Sabar Menerima Takdir Allah SWT.

Sabar yang pertama adalah menerima ketentuan Allah, baik berupa nikmat maupun musibah. Dia mencontohkan praktik operasi plastik sebagai bentuk ketidaksabaran menerima takdir.

“Tipsnya, saat diberi harta atau kecukupan, anggaplah ini hanya sementara. Begitu juga ketika musibah datang, anggaplah itu sementara. Bedanya hanya di volume,” ujarnya.

2. Sabar dalam Ketaatan.

Menjalankan perintah Allah tentu membutuhkan kesabaran. Salat lima waktu, berpuasa Ramadan, hingga ibadah sunah lain, semua menuntut ketekunan.

“Puasa itu berat, tapi karena taat, kita sabar menjalaninya. Demikian juga shalat, meski kadang rasa malas datang, sabar adalah kuncinya,” jelasnya.

3. Sabar untuk Tidak Bermaksiat.

Menahan diri dari maksiat, menurut dia, justru lebih berat bagi orang yang memiliki jabatan dan banyak harta. Godaan begitu besar, namun kesabaran menjadi bentengnya.

4. Sabar Menghadapi Ujian Hidup.

Dia menyinggung kisah Firaun yang hidup selama 400 tahun tanpa sakit dan dikenal adil, namun jatuh karena satu kesalahan: menganggap dirinya Tuhan. Dari sini, sabar menghadapi ujian, baik berupa kesenangan maupun kesulitan, menjadi ujian sejati bagi manusia.

Ustaz Syaikhul lantas mengutip sabda Rasulullah saw: “Sungguh menakjubkan perilaku orang mukmin. Ketika diberikan nikmat, ia bersyukur. Ketika diberikan musibah, ia bersabar. Dan itu baik baginya.”

Pesan itu seakan meneguhkan hati jemaah. Sabar dan syukur bukan sekadar teori, melainkan dua sayap yang membuat seorang mukmin mampu terbang menghadapi setiap episode kehidupan. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu