Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Empati Itu Ruh Keperawatan, Pesan Kepala SMK Muhammadiyah 1 Blitar di Poltekkes Malang

Iklan Landscape Smamda
Empati Itu Ruh Keperawatan, Pesan Kepala SMK Muhammadiyah 1 Blitar di Poltekkes Malang
Kepala SMK Muhammadiyah 1 Blitar Ariefudin Widhianto SPd MPd Gr(Bita/PWMU.CO)
pwmu.co -

“Empati adalah ruh keperawatan. Tanpanya, profesi ini akan kehilangan makna kemanusiaan,” tegas Kepala SMK Muhammadiyah 1 Blitar, Ariefudin Widhianto SPd MPd Gr, saat tampil sebagai pemateri dalam Seminar Kerohanian Maulid Nabi di Poltekkes Kemenkes Malang, Kampus Blitar, Kamis (19/9/2025).

Acara yang digelar di Aula Poltekkes Malang Kampus Blitar ini mengusung tema Momentum Membangun Profesionalisme dan Empati dalam Keperawatan. Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci al-Qur’an dan shalawat oleh mahasiswa, yang menambah suasana syahdu dan khidmat.

Empati, Ruh Profesi Keperawatan

Dalam paparannya, Ariefudin menegaskan bahwa keperawatan bukan sekadar keterampilan teknis, melainkan profesi kemanusiaan yang membutuhkan empati, kasih sayang, dan dedikasi penuh.

Mengutip Jean Watson (2008), ia menyebut inti keperawatan adalah caring—kepedulian yang mencakup empati dan komitmen profesional terhadap pasien. Hal ini sejalan dengan pandangan Florence Nightingale, pelopor keperawatan modern, yang menempatkan profesi ini sebagai seni mulia dengan sentuhan kemanusiaan.

“Tanpa empati, keperawatan hanya akan menjadi rutinitas teknis. Empati lah yang menjadikan perawat berbeda dengan profesi lainnya,” ujarnya disambut tepuk tangan audiens.

Maulid Nabi sebagai Inspirasi

Ariefudin juga mengaitkan tema seminar dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, Rasulullah adalah teladan paripurna dalam hal kepedulian dan kasih sayang kepada sesama.

“Perawat seharusnya meneladani empat sifat Rasulullah yaitu shiddiq, amanah, tabligh, dan fathanah agar mampu menjalankan profesinya dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab,” jelasnya.

Salah satu mahasiswa Poltekkes Kemenkes Malang menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kepala SMK Muhammadiyah 1 Blitar sebagai narasumber. Ia menilai kolaborasi semacam ini memberi warna baru dalam penguatan spiritual mahasiswa kesehatan.

“Momen Maulid Nabi ini sangat relevan untuk membentuk karakter calon tenaga kesehatan yang tidak hanya profesional secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan empati tinggi,” ujarnya.

Harapan untuk Mahasiswa

Seminar ditutup dengan doa bersama agar mahasiswa Poltekkes Malang mampu mengamalkan nilai empati dan profesionalisme dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam praktik keperawatan.

“Ketika ilmu kesehatan bertemu dengan empati, maka lahirlah pelayanan yang benar-benar bermakna bagi pasien,” pungkas Ariefudin.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu