Semangat kepanduan Hizbul Wathan (HW) kembali bergelora di bumi Trenggalek. Kwartir Daerah (Kwarda) Hizbul Wathan Trenggalek resmi menggelar Jambore Daerah (Jamda) ke-6 di Lapangan Madatan, Panggul, Trenggalek, Jumat–Ahad (10–12/10/2025).
Mengusung tema “Mengasah Kemampuan dan Ketekunan Kader Utama,” kegiatan ini berlangsung khidmat di bawah cuaca cerah dan angin sejuk pagi yang menambah semarak upacara pembukaan.
Para peserta dengan semangat menyanyikan lagu Indonesia Raya, Sang Surya, dan Mars Hizbul Wathan, dilanjutkan dengan pembacaan Pancasila, UUD 1945, serta Janji dan Undang-Undang Pandu HW oleh tiga peserta terpilih.
Bangkit Setelah Vakum Sejak Pandemi
Ketua Panitia Jamda ke-6, Ramanda Eko Susanto, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kembali kegiatan besar HW setelah enam tahun terhenti akibat pandemi.
“Jamda terakhir digelar tahun 2019. Enam tahun lamanya kita tertidur karena pandemi. Alhamdulillah, tahun ini HW Trenggalek bisa bangkit lagi dengan semangat baru,” ujarnya penuh haru.
Ia menambahkan, kegiatan ini diikuti 473 peserta dari 22 Qobilah se-Kabupaten Trenggalek. Panitia pelaksana berasal dari unsur Penghela SMAM/MAM se-Trenggalek, yang ke depan akan ditindaklanjuti menjadi Dewan Sughli Daerah (DSD) sebagai wadah kaderisasi berkelanjutan.
Pesan Ketua Kwarwil HW Jatim
Bertindak sebagai pembina upacara, Ketua Kwartir Wilayah (Kwarwil) HW Jawa Timur, Ramanda Fathurrahim Syuhadi, memberikan apresiasi tinggi kepada Kwarda HW Trenggalek yang berhasil menghidupkan kembali kegiatan besar pasca-pandemi.
“Kwarwil HW Jatim bangga dan mengapresiasi. Kalau Hizbul Wathan bergerak, saya yakin pendidikan karakter kader akan terus berjalan. Dari sinilah lahir calon pemimpin untuk Indonesia Emas 2045, insyaAllah,” tegasnya.
Dalam amanatnya, Ramanda Fathurrahim menyampaikan enam pesan penting bagi seluruh peserta dan pihak terkait:
Satu, Apresiasi penuh atas terselenggaranya Jamda ke-6 sebagai simbol kebangkitan HW Trenggalek.
Dua, Kegiatan HW membanggakan karena menjadi wadah pembentukan karakter dan kedisiplinan kader bangsa.
Tiga, Ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Trenggalek atas dukungan dan sinerginya dengan HW.
Empat, Harapan agar Jamda menjadi program rutin dalam agenda Kwarda mendatang.
Lima, Pesan kepada para pelatih untuk terus membimbing dan menjaga semangat kader HW.
Enam, Ajakan bersinergi kepada PDM, PDA, Majelis PAUD Dasmen Aisyiyah, dan IGABA dalam membina kader HW Trenggalek.
“Kami titip kader-kader HW ini kepada Ramanda dan Ibunda pelatih semua. Mereka adalah calon pemimpin bangsa. Tolong dibimbing, dijaga, dan diarahkan dengan kasih sayang,” pesannya menutup amanat.
Balon HW Mengudara, Tanda Dimulainya Jamda ke-6
Sebagai simbol peresmian, Ketua Kwarwil HW Jatim bersama Ketua Kwarda Trenggalek melepas balon berbendera Hizbul Wathan ke udara. Balon berwarna-warni itu melayang tinggi di langit Madatan, menjadi penanda dimulainya secara resmi perkemahan Jamda ke-6.
Setelah itu, dilakukan pemasangan tanda peserta secara simbolis, sesi foto bersama, serta inspeksi tenda oleh jajaran Kwarwil dan Kwarda untuk memastikan kesiapan seluruh perkemahan.
Suasana semakin meriah dengan pawai taaruf antarqobilah, di mana tiap kontingen menampilkan yel-yel khas dan atribut kebanggaan masing-masing.
Acara pembukaan dihadiri oleh jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Trenggalek, ortom tingkat daerah, PCM Panggul, Camat Panggul, perwakilan Kwaran Pramuka, Kepala Desa Madatan, serta pimpinan ranting Muhammadiyah di sekitar lokasi kegiatan.
Ramanda Eko menutup kegiatan pembukaan dengan pesan penuh optimisme, “Jamda ini bukan sekadar kemah, tetapi wadah untuk menempa disiplin, kerjasama, dan kepemimpinan. Inilah saatnya HW Trenggalek menunjukkan bahwa kita siap membangun peradaban unggul melalui kader yang tangguh dan berakhlak.”
Dengan semangat kebersamaan dan sinergi, Jamda ke-6 Hizbul Wathan Trenggalek menjadi bukti nyata bahwa gerakan kepanduan Islam terus hidup dan menyalakan obor perjuangan kader muda Muhammadiyah. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments