Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Etika Tak Boleh Mati: IMM Avicenna FK UM Surabaya Tekankan Fondasi Moral Profesi Kedokteran

Iklan Landscape Smamda
Etika Tak Boleh Mati: IMM Avicenna FK UM Surabaya Tekankan Fondasi Moral Profesi Kedokteran
pwmu.co -
dr Ekky Andhika Ilham saat menyampaikan materi (Karina Putri Ikwandani/PWMU.CO)

PWMU.CO – Etika bukan sekadar pelengkap dalam dunia kedokteran, melainkan fondasi utama yang menopang martabat profesi.

Isu ini menjadi sorotan utama dalam Talkshow Kata Medika yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Avicenna Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya pada Ahad (6/7/2025), dengan tajuk “Etika Tak Boleh Mati.”

Kegiatan ini mengangkat dua topik utama yang saling berkaitan erat, yakni Etika Kedokteran dan Disiplin Ilmu. Di tengah meningkatnya tantangan dalam dunia medis seperti pelanggaran etik, konflik kepentingan, penyalahgunaan profesi, hingga penurunan kepercayaan publik, acara ini menjadi ruang ilmiah sekaligus reflektif bagi mahasiswa dan kader Muhammadiyah untuk menggali serta meneguhkan kembali komitmen terhadap nilai-nilai profesi.

Moderator talkshow, membuka diskusi dengan nada reflektif. Ia menegaskan bahwa menjadi dokter bukan semata soal keahlian teknis, tetapi juga menuntut kematangan moral.

“Etika adalah pagar nilai yang melindungi ilmu agar tidak disalahgunakan. Sebagai kader Muhammadiyah, menjaga integritas profesi merupakan bagian dari dakwah kita,” ujarnya.

Sesi pertama diisi oleh dr Ekky Andhika Ilham yang mengulas secara mendalam prinsip-prinsip dasar dalam etika kedokteran, seperti non-maleficence, beneficence, autonomy, dan justice.

Ia menyoroti berbagai dilema etis yang kerap muncul dalam praktik medis, termasuk tantangan sosial dan digital, serta berbagai hambatan lain dalam menjaga nilai-nilai moralitas.

“Menjadi dokter bukan hanya soal ilmu dan keterampilan, tetapi juga soal hati dan nurani. Jadilah dokter yang tidak hanya menyembuhkan, tetapi juga menginspirasi melalui integritas dan etika yang mulia,” pesan dr Ekky Andhika Ilham.

Sesi kedua dilanjutkan oleh drh Devi Kurniawan yang menekankan pentingnya pemahaman mendalam terhadap disiplin ilmu sebagai dasar pembentukan profesionalisme.

Iklan Landscape UM SURABAYA

drh Devi Kurniawan saat menyampaikan materi (Karina Putri Ikwandani saat menyampaikan materi/PWMU.CO)

Ia menyampaikan bahwa disiplin ilmu mencakup metode yang terstruktur serta tanggung jawab moral atas setiap tindakan yang didasarkan pada ilmu pengetahuan.

Ia mengaitkan pentingnya disiplin ilmu dan etika dengan tri kompetensi IMM, terutama pada aspek religiusitas yang menjadi fondasi dalam menjalani kehidupan di segala bidang.

“Parameter kesuksesan bukan terletak pada tingginya jabatan atau besarnya harta, tetapi pada seberapa besar manfaat yang bisa kita berikan kepada lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Acara berlangsung dengan dinamis, disertai antusiasme tinggi dari para peserta dalam sesi diskusi. Beragam pertanyaan muncul, mulai dari tantangan integrasi antara etika dan disiplin ilmu dalam dunia medis, dilema dalam sistem pelayanan kesehatan, hingga isu pelanggaran etik dan menurunnya kepercayaan masyarakat.

Di akhir acara, Moderator kembali menggaris bawahi bahwa disiplin ilmu dan etika kedokteran bukanlah dua entitas yang berjalan sendiri, melainkan satu kesatuan epistemologis dan praksis dalam membentuk integritas profesi medis.

Talkshow ini ditutup dengan harapan agar para peserta, khususnya mahasiswa kedokteran, dapat tumbuh menjadi profesional yang tidak hanya kompeten secara intelektual, tetapi juga berkarakter, berpikir kritis, serta menjunjung tinggi etika dan religiusitas sebagai pedoman dalam setiap tindakan dan pengambilan keputusan. (*)

Penulis Karina Putri Ikwandani Editor Ni’matul Faizah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu