Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ex-World SD Musix Surabaya Kunjungi Museum 10 November

Iklan Landscape Smamda
Ex-World SD Musix Surabaya Kunjungi Museum 10 November
pwmu.co -
Pemandu Deka Yudhiqwantiarsa saat menerangkan jenis-jenis senapan dan cara mengoperasikan di depan siswa-siswi SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya (Munahar/PWMU.CO)

Ex-World SD Musix Surabaya Kunjungi Museum 10 November; Oleh Munahar, kontributor PWMU.CO Surabaya.

PWMU.CO – Sebanyak 51 siswa International Class Program (ICP) SD Muhammadiyah 6 (SD Musix) Gadung, Surabaya mengikuti kegiatan Ex-World dengan mengunjungi Museum Sepuluh November Surabaya, Jumat (25/11/2022).

Ex-World alias Explore the World yang biasanya menghadirkan native sebagai pembicara ini dikemas berbeda yakni berkunjung di tempat bersejarah.

Kegiatan bertema “Explore Surabaya Heritage Through Museum 10 November atau Jelajahi Warisan Surabaya melalui Museum 10 November” ini memberikan kesan tersendiri bagi siswa kelas I-III yang sudah terbiasa berkomunikasi dengan bahasa Inggris ini.

Salah satunya adalah Athirah. Siswa kelas II ini merasa senang dan banyak wawasan terutama sejarah terjadinya pertempuran 10 November di Surabaya.

“Seru, terutama saat senjata yang berupa senapan yang pernah digunakan untuk mengusir penjajah itu dibunyikan. Kami semua bersorak dan bertepuk tangan,” jelas siswa yang aktif menggunakan Bahasa Inggris dalam komunikasinya.

Siswa yang memiliki nama lengkap Athirah Raesha Kamilah ini juga merasakan keseruan di saat menyaksikan film pertempuran yang diputar di studio museum tersebut.

Kegiatan yang dimulai dari pukul 09.00-11.00 ini dipandu oleh Deka Yudhiqwantiarsa. Staf pengelola museum ini diminta secara khusus oleh panitia sekaligus Koordinator ICP Anisa Herwati SPd untuk menjelaskan peninggalan sejarah dengan bilingual (dua bahasa: Inggris dan Indonesia).

Siswac SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya saat mengamati replika para pejuang Arek-Arek Suroboyo berperang melawan penjajah. (Munahar/PWMU.CO)

Dengan sangat fasih, Pak Deka menerangkan bahwa di Museum Sepuluh November terdapat lebih  dari 500 koleksi benda-benda sejarah. 

“(Koleksinya) Cenderung bertambah setiap waktu,” jelasnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Pria berkacamata ini juga menunjukkan beberapa senapan yang dipajang di salah satu sudut lokasi pameran.

“Anak-anak, ini adalah senjata yang digunakan untuk mengusir penjajah pada pertempuran 10 November saat itu,” terangnya dengan Bahasa Inggris penuh semangat.

Sambil memberi tahu cara mengoperasikan senjata laras panjang, “Mari kita menghitung, one two three …” pandunya.

Jeblesss!.. Hore..!

Suara senapan itu disambut dengan tepuk tangan yang meriah.

Sementara itu, salah satu guru ICP Puspitawati SPd menerangkan tujuan kegiatan ini adalah untuk menambah wawasan tentang kesejarahan di Indonesia. Selain itu untuk melatih berinteraksi dan berkomunikasi anak-anak dengan orang di luar dengan bahwa Inggris.

“Secara eksplisit, kami juga tanamkan pendidikan karakter kepada siswa melalui budaya antri, disiplin, menghargai orang lain, mengingat yang berkunjung di Museum ini juga banyak,” jelas guru yang juga Kepala Urusan Kurikulum di SD Musix ini. (*)

Editor Mohammad Nurfatoni

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu