Mengajak siswa berkeliling dan mengenalkan lingkungan sekitar sekolah menjadi salah satu kegiatan yang paling ditunggu siswa KB–TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 49 Griya Kencana Driyorejo. Area belakang sekolah yang merupakan ladang pertanian dengan sedikit kontur menanjak menjadi media pembelajaran alam yang sayang untuk dilewatkan, Senin (20/10/2025).
Terletak di Perum Griya Kencana Blok 1P/19 Mojosarirejo, Driyorejo, Gresik, KB–TK ABA 49 memiliki keuntungan lokasi yang berada di dekat bukit kecil. Lahan di sekitar sekolah dimanfaatkan warga untuk pertanian dan ditanami berbagai jenis tanaman seperti jagung, ketela pohon, pepaya, jambu, labu, serta sayuran seperti bayam, kangkung, dan kacang panjang.
“Memanfaatkan media alam yang langsung bisa dilihat anak-anak akan memberikan pengalaman belajar yang seru. Diberikan kesempatan untuk mengeksplorasi apa saja yang dilihat, memegang langsung tanamannya, dan memberikan pertanyaan pemantik akan dapat menstimulasi daya berpikir siswa terkait lingkungan sekitar sekolah,” papar Natasya Merdika, S.Pd., guru TK B.
Zulfa Islahul Mujtahidah, S.Pd., salah satu guru kelas TK A, menambahkan bahwa siswa sangat bersemangat menjelajah alam. “Bentuk tanamannya dilihat dan diamati, boleh disentuh tapi tidak boleh dirusak,” pesan Zulfa kepada anak didiknya.
Berangkat pada pukul 07.30 WIB, siswa berbaris rapi dan bergandengan tangan. Berjalan beriringan ditemani tiga guru yang bertugas, kegiatan eksplorasi ini dijadwalkan berlangsung selama satu jam, Jumat (17/10/2025).
“Wah, ke bukit… ayo, ayo!” seru Levent Shankara Sarfaraz, salah satu siswa kelompok bermain (KB) ABA 49 Griya Kencana yang berada di barisan paling depan.
“Ini tanaman jagung, ya Bu?” tanya Sofia Fikratus Solikha, siswa kelas TK A.
Tanaman jagung yang telah kering dan sebagian sudah dipanen tak mengurangi semangat siswa untuk berpetualang. Hewan yang ditemui selama kegiatan menjadi objek menarik untuk diamati. “Ada burung terbang dan kupu-kupu di sini. Wah, banyak capung juga,” celoteh Muhammad Azka Wijaya, siswa TK A. Beberapa bagian tanah mulai kering akibat musim panas yang panjang. “Tanahnya berlubang, Bu Guru,” imbuh Azka.
Selama sepuluh menit terakhir sebelum kembali ke sekolah, siswa diberikan kesempatan untuk eksplorasi bersama teman-temannya. Berlarian di bawah terik matahari tak menjadi masalah bagi mereka.
“Kegiatan jelajah alam ini merupakan implementasi dari pembelajaran mendalam. Semoga siswa bisa mendapatkan pengalaman tersendiri dalam belajar,” pungkas Inas Amania, S.Pd., guru kelas KB ABA 49 Griya Kencana. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments