Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Exploring History of Creative School: Menyulam Budaya, Inklusi, dan Kreativitas di SD Muhammadiyah 2 Tulangan

Iklan Landscape Smamda
Exploring History of Creative School: Menyulam Budaya, Inklusi, dan Kreativitas di SD Muhammadiyah 2 Tulangan
Ustadzah Mar'agus Sholihah, S.S mrmberikan penguatan tentang hiasan kelas (Rizky Ardiansyah/PWMU.CO)
pwmu.co -

Suasana penuh semangat memenuhi Aula SD Muhammadiyah 2 Tulangan (SD Muda) pada Jumat pagi (18/10/2025). Seluruh guru dan karyawan berkumpul dalam kegiatan bertajuk Exploring History of Creative School, sebuah agenda inspiratif untuk memperkuat budaya sekolah, membangun iklim inklusif, dan menumbuhkan semangat kreatif di lingkungan SD Muda.

Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Muhammadiyah, dan Mars SD Muda yang menggema khidmat di seluruh ruangan. Nuansa kebersamaan begitu terasa, menggambarkan kekompakan para pendidik dan tenaga kependidikan dalam mewujudkan sekolah yang unggul dan berkarakter.

Sesi 1: Membangun Budaya dan Iklim Inklusif

Sesi pertama menghadirkan narasumber Meri Krisna, S.Psi., M.Pd., yang membawakan materi “Budaya dan Iklim Inklusi di Sekolah”.
Dalam pemaparannya yang interaktif dan inspiratif, Meri mengajak seluruh peserta memahami pentingnya harmoni antargenerasi di tempat kerja.

“Di SD Muda, para guru dan karyawan terdiri dari dua generasi, yaitu generasi milenial dan gen Z. Keduanya memiliki karakter dan cara berpikir yang berbeda. Karena itu, kita perlu saling memahami dan menghargai agar tercipta suasana yang nyaman, solid, dan kompak dalam memberikan pelayanan terbaik untuk peserta didik,” tutur Meri penuh semangat.

Para peserta tampak antusias menanggapi setiap pembahasan. Mereka menyadari bahwa inklusi bukan hanya tentang menerima perbedaan, tetapi juga tentang menciptakan ruang kerja yang saling mendukung dan penuh empati.

Sesi 2: Mengupas Konsep Sekolah Kreatif

Sesi kedua menghadirkan Tim Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya, terdiri atas Ustadz Suyono, S.Si., Fahmi Muqoddas, S.Pd., Mar’atus Sholihah, S.S., M.Pd., dan Ahmad Mahmudi, M.Pd., sebagai pemateri utama.
Dalam sesi bertema “Kupas Tuntas Sekolah Kreatif” itu, para peserta diajak mengeksplorasi cara-cara menciptakan suasana belajar yang segar dan menyenangkan.

“Kita saling belajar untuk menciptakan suasana kreatif, baik dari segi pembelajaran maupun tampilan ruang kelas. Buatlah kelas semenarik mungkin agar anak-anak merasa nyaman, betah, dan semangat belajar,” ujar Ustadz Suyono.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Beragam ide dan contoh nyata ditampilkan, mulai dari dekorasi kelas tematik, media pembelajaran inovatif, hingga cara menumbuhkan kreativitas siswa melalui pengalaman belajar yang menyenangkan. Sesi ini menjadi momen berharga bagi guru-guru SD Muda untuk menimba inspirasi dan memperkaya praktik pembelajaran mereka.

Penutupan: Meneguhkan Semangat Kreatif dan Kolaboratif

Menutup kegiatan, Kepala SD Muhammadiyah 2 Tulangan, Fahruddin, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh peserta.

“Alhamdulillah, dilihat dari kekompakan ustadz dan ustadzah dalam membuat hiasan kelas, insyaallah ke depan akan semakin kreatif dan semakin baik,” ujarnya dengan penuh optimisme.

Kegiatan Exploring History of Creative School bukan sekadar pelatihan, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bersama bagi seluruh pendidik SD Muda.
Dari memahami karakter antargenerasi hingga menghidupkan kelas dengan kreativitas, semuanya bermuara pada satu tujuan: menghadirkan sekolah yang ramah, inspiratif, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, SD Muhammadiyah 2 Tulangan terus melangkah menjadi “Sekolah Kreatif yang Menginspirasi.” (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡