Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Fashmu 2025 Hidupkan Ekonomi Kreatif dan Ukhuwah Warga

Iklan Landscape Smamda
Fashmu 2025 Hidupkan Ekonomi Kreatif dan Ukhuwah Warga
Suasana Bazaar Fashmu 2025 di UM Surabaya (Huda/PWMU.CO)
pwmu.co -

Harum gorengan daging yang terpanggang semerbak di sisi timur Gedung At-Tauhid Kampus Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya.

Di sisi lain, terdengar suara anak-anak memanggil teman-temannya untuk mencicipi es krim di tenda paling pojok. Begitulah suasana Festival Anak Saleh Muhammadiyah (FASHMU) 2025 pada siang yang terik itu—ramai dan penuh aktivitas.

Beragam stan bazar turut memeriahkan agenda Majelis Tabligh PWM Jawa Timur kali ini. Mulai dari es krim, dimsum, es teler, camilan, es teh jumbo, bakso sapi, hingga beragam aksesori seperti gelang, gantungan kunci, serta merchandise Fashmu 2025.

Salah satu penjual yang bergabung dalam bazar, Siska, mengaku bersyukur dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Bersama rekannya, ia menjajakan kebab daging sapi dan dimsum mentai. Kedua jenis makanan itu laris dibeli pengunjung hingga stoknya sempat habis.

“Alhamdulillah, Mas. Dagangan kami ramai dikunjungi peserta, wali, hingga panitia. Buktinya, dimsum kami habis bahkan saat acara masih berlangsung,” ujarnya.

Menurut Siska, suasana Fashmu tahun ini terasa semarak. Banyak pelanggan yang rela mengantre di tengah lapangan futsal meski cuaca cukup panas.

“Saya berterima kasih kepada panitia. Berkat agenda ini, usaha kebab dan dimsum kami bisa dikenal dan dicicipi peserta dari berbagai daerah,” tuturnya.

Kehadiran delapan stan bazar di arena Fashmu 2025 tidak hanya menambah kemeriahan acara, tetapi juga membuka ruang bagi warga Muhammadiyah untuk menumbuhkan semangat kemandirian ekonomi.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Dari es krim segar, dimsum hangat, es teler manis, hingga bakso sapi—semuanya menjadi bagian dari kegiatan yang menggerakkan potensi usaha warga.

Selain memberikan peluang usaha, bazar ini juga menjadi sarana edukasi bagi peserta dan pengunjung. Anak-anak yang datang bersama orang tua belajar tentang nilai kerja keras dan kejujuran dalam berdagang.

Sementara itu, pelaku usaha muda dari sekolah dan komunitas Muhammadiyah berlatih menata produk, melayani pelanggan, serta menjaga kualitas dengan cara yang baik.

Lebih dari sekadar kegiatan jual beli, bazar ini menghadirkan suasana kebersamaan. Panitia, peserta lomba, guru pendamping, dan warga sekitar saling bertegur sapa dalam suasana akrab.

Lapak-lapak yang berjajar menjadi ruang silaturahmi spontan yang mempertemukan banyak orang dalam semangat persaudaraan dan dakwah. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu