Koordinator Komisariat (Korkom) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Muhammadiyah Madiun (Ummad) menggelar seminar dan Focus Group Discussion (FGD) yang membahas isu krusial terkait fenomena sosial pada generasi muda masa kini.
Kegiatan yang menghadirkan Founder dan Mentor AcceliuEdu, Riki Purnomo, S.Sos., M.Psi., ini berlangsung di Aula Lantai 2 Islamic Center Madiun (ICM) pada Sabtu (6/12/2025).
Adapun tema yang diangkat dalam seminar dan FGD ini adalah “Fenomena Sosial yang Menggerus Mental Generasi Muda.”
Ketua Korkom IMM UMMAD, M. Suqron Rijal Baihaqi, menyampaikan bahwa seminar dan FGD ini merupakan bagian dari rencana tindak lanjut (RTL) Masa Ta’aruf Mahasiswa Baru (Mastamaru) 2025 yang telah dilaksanakan pada Kamis (23/10/2025) lalu.
“Kepanitiaan kegiatan RTL berasal dari mahasiswa baru UMMAD yang telah mengikuti Mastamaru 2025,” ujar Baihaqi.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa baru dalam kepanitiaan bertujuan untuk menguatkan semangat dan mental generasi muda.
Terkait tema yang diusung dalam seminar dan FGD ini, Baihaqi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan wawasan luas serta membentuk jiwa kepemimpinan para peserta.
Ia juga menyampaikan bahwa di tengah arus informasi yang begitu cepat, anak muda sering kali berhadapan dengan fenomena sosial yang tanpa disadari dapat menggerus ketahanan mental. Fenomena tersebut bukan sekadar tren, melainkan tantangan nyata yang perlu dipahami dan diantisipasi bersama.
“Melalui narasumber yang kami hadirkan, diharapkan peserta memperoleh perspektif mendalam tentang bagaimana kader dan mahasiswa dapat tetap tangguh di era sekarang,” jelasnya.
Baihaqi mengatakan bahwa banyak isu sosial yang berpotensi menggerus mental generasi muda disampaikan oleh pemateri. Beberapa di antaranya meliputi dating violence (perilaku buruk dalam hubungan berpacaran), penyalahgunaan otoritas, perundungan siber (cyberbullying), perundungan (bullying), kekerasan seksual, kemiskinan, ketimpangan, serta eksklusivitas sosial.
Pemateri juga menyoroti persoalan lain yang tak kalah penting, yaitu meningkatnya jumlah anak muda yang tidak berpendidikan, menganggur, dan tidak memiliki keterampilan atau yang dikenal dengan istilah Not in Education, Employment, or Training (NEET).
Masalah lain yang turut disoroti meliputi tekanan akademik, budaya prestasi yang berlebihan, adiksi internet, media sosial dan game, pergaulan bebas, serta rasa kesepian dan isolasi sosial.
Ia menjelaskan bahwa respons peserta sangat antusias karena melalui acara tersebut mereka memperoleh sertifikat yang memuat nilai pre-test dan post-test.
“Respons peserta sangat antusias karena melalui acara ini mereka memperoleh sertifikat yang memuat nilai pre-test dan post-test,” kata Baihaqi. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments