Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Lamongan menerima penghargaan Juara Umum Festival Seni Budaya Aisyiyah (FESIBA) di Gedung Dakwah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur pada hari Sabtu (14/01/2026).
Prestasi yang diperoleh bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi merupakan proses panjang yang penuh makna dan cerita, Sabtu (14/01/2026).
Hal tersebut disampaikan Ati Imayati, SE, Ketua Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LBSO) PDA Lamongan, saat merefleksikan perjalanan FESIBA yang telah dilaksanakan.
Menurutnya, FESIBA lahir dari rangkaian proses yang dinamis. Beragam ide dan gagasan mengalir dari berbagai pihak dalam penyusunan konsep kegiatan. Meski tidak seluruhnya sejalan dengan rancangan awal LBSO, dinamika tersebut justru menjadi bagian penting dalam proses berorganisasi.
“FESIBA adalah proses panjang yang penuh cerita. Tidak hanya cerita suka, tetapi juga cerita yang tak terlupakan. Semua itu membuat LBSO semakin tumbuh dan dewasa. Banyak ide dan gagasan masuk, dan itu tanda bahwa banyak pihak peduli terhadap FESIBA,” ungkapnya.
Ati Imayati menegaskan bahwa kemenangan bukanlah tujuan akhir dari perjuangan. Justru, capaian prestasi menjadi pemantik semangat untuk terus meningkatkan kualitas dan tanggung jawab, sekaligus menularkan semangat dan keterampilan kepada kader Aisyiyah lainnya melalui bidang seni budaya.
“Kemenangan bukan ujung perjuangan. Itu adalah cambuk untuk terus berpacu meningkatkan kualitas dan berbagi skill kepada kader Aisyiyah yang lain. Dengan ber-Aisyiyah, hidup akan semakin berwarna dan menggembirakan,” ujarnya.
Sejak awal peluncuran FESIBA, Ati Imayati mengaku terus mengingatkan kader LBSO cabang se-daerah serta para peserta lomba agar tidak terobsesi pada gelar juara. Ia menekankan pentingnya menikmati proses, berkarya dengan hati gembira, serta memaksimalkan potensi secara fokus dan serius.
“Jangan terbebani menjadi juara. Nikmati proses, suguhkan yang terbaik dengan hati gembira. Fokus dan serius, bukan untuk main-main. Alhamdulillah, dari proses itu lahir karya-karya luar biasa,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa seni budaya dan olahraga merupakan media dakwah yang menyenangkan dan menyehatkan. Perubahan zaman, menurutnya, menuntut kesiapan untuk beradaptasi dalam metode dakwah tanpa meninggalkan nilai-nilai syariat Islam.
“LBSO adalah wadah tepat bagi warga Aisyiyah sebagai perempuan berkemajuan untuk tetap berkontribusi positif bagi kemaslahatan umat. Muhammadiyah tidak anti seni budaya, justru menjadikannya sebagai media dakwah yang relevan,” tegasnya.
Menutup pernyataannya, Ati Imayati mengajak seluruh kader untuk terus berkarya dengan penuh kegembiraan.





0 Tanggapan
Empty Comments