Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

FK UM Surabaya Gelar Rapat Kerja 2025/2026, Teguhkan Komitmen Capacity Building dan Internasionalisasi

Iklan Landscape Smamda
FK UM Surabaya Gelar Rapat Kerja 2025/2026, Teguhkan Komitmen Capacity Building dan Internasionalisasi
Pembukaan Rapat Kerja 2025/2026 FK UM Surabaya (Rahma Ismayanti/PWMU.CO)
pwmu.co -

Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah (FK UM) Surabaya menggelar rapat kerja tahun akademik 2025/2026 pada Jumat (3/10/2025) di Grand Whiz Hotel Trawas, Mojokerto.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Rektor UM Surabaya, Dr. Mundakir S.Kep., Ns., M.Kep bersama Dekan FK UM Surabaya, dr M Jusuf Wibisono SpP (K). Rapat kerja tersebut dihadiri oleh seluruh dosen dan tenaga kependidikan FK UM Surabaya.

Mengusung tema capacity building untuk membangun SDM yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing, rapat kerja ini menjadi momentum penting bagi FK UM Surabaya dalam memperkuat komitmen akademik sekaligus menyiapkan langkah strategis menghadapi tantangan pendidikan kedokteran di era global.

Dalam sambutannya, Dekan FK UM Surabaya, dr. M Jusuf Wibisono SpP (K), menegaskan kembali pentingnya trilogi perjuangan FK UM Surabaya, salah satunya adalah pencapaian akreditasi Unggul.

“Hari ini kita sudah berhasil mencapai predikat Unggul. Namun, jangan berhenti sampai di sana. Kita harus terus meningkatkan kinerja di masing-masing unit kerja,” ujarnya.

Lebih lanjut, dr. Jusuf mengungkapkan bahwa persiapan pendirian Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) semakin matang, sementara akreditasi S2 Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS) juga memasuki tahap akhir dan membutuhkan kesiapan maksimal.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga sinergi antarprogram studi—baik S1 Pendidikan Dokter, Profesi Dokter, maupun S2 MARS—sebagai bentuk capacity building yang menguatkan kebersamaan.

Sementara itu, Rektor UM Surabaya, Dr. Mundakir, S.Kep., Ns., M.Kep., menekankan pentingnya linierisasi kerja fakultas dengan indikator kinerja utama (IKU) yang telah melalui review oleh tim renstra-renop universitas bersama Lembaga Penjaminan Mutu (LPM).

Dari hasil perumusan, jumlah IKU berhasil disederhanakan dari lebih 400 indikator menjadi 282 indikator yang lebih terfokus. Review IKU tersebut melibatkan Prof. Nurmandi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sebagai validator.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Dalam arahannya, Dr. Mundakir menyoroti tiga fokus utama pengembangan ke depan. Pertama, peningkatan kualitas dan kapasitas sumber daya manusia (dosen, tendik, dan mahasiswa). Ia menegaskan pentingnya peningkatan angka baseline setiap tahun, termasuk jabatan fungsional, mutu pendidikan, hingga kinerja elektronik.

Menurutnya, selain indikator terukur, ada pula indikator non-teknis yang harus dijaga, yakni kebersamaan dan kekompakan sivitas akademika.

Kedua, internasionalisasi yang disebut sebagai satu langkah lebih maju dari akreditasi Unggul. Rektor menekankan perlunya penguatan aktivitas akademik berorientasi global dan pembukaan mindset internasional.

Ketiga, penguatan jiwa entrepreneurship. UM Surabaya tengah mendorong Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) untuk membuka inkubator bisnis serta merencanakan pembangunan klinik UM Surabaya. Lebih dari itu, semangat wirausaha seperti keuletan, konsistensi, kreativitas, dan pantang menyerah harus ditanamkan dalam jiwa seluruh civitas akademika.

“Harapan saya, tiga hal ini mendapat perhatian khusus agar sejalan dengan fokus universitas dan program yang dijalankan oleh fakultas. Semoga rapat kerja tahun akademik 2025/2026 berjalan lancar, penuh keberkahan, serta mendapat ridho Allah Swt,” tutup Rektor. (*)

Rahma Ismayanti

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu