Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FK Umsida) menggelar matrikulasi untuk mahasiswa baru tahun akademik 2025–2026. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, Selasa-Kamis (16–18/9).
Ketua pelaksana kegiatan, dr Rifda Savirani MHPE, menjelaskan matrikulasi digelar karena mahasiswa baru FK Umsida berasal dari latar belakang pendidikan yang beragam.
“Ada yang lulusan SMK, ada juga dari pondok pesantren. Kalau langsung masuk kuliah tentu agak sulit, sehingga perlu ada penyamaan persepsi tentang dunia kedokteran,” tutur dosen yang akrab disapa dr Vira itu.
Selama kegiatan, seluruh dosen FK Umsida terlibat aktif membimbing mahasiswa baru, terutama para dokter pakar di bidang biomedik.
“Matrikulasi ini bertujuan agar mahasiswa mengenal dunia medis sejak awal, terbiasa menggunakan bahasa medis, sekaligus terlatih menulis materi medis,” imbuhnya.
Materi Dasar Kedokteran
Selama tiga hari, mahasiswa baru FK Umsida dibekali materi pengenalan dunia kedokteran.
Materi pertama, How to be a Medical Student, memberikan gambaran tentang proses panjang menjadi mahasiswa kedokteran, mulai dari dasar, klinis, hingga implementasi.
Selanjutnya, mahasiswa mendapat materi etika kedokteran, terminologi medis berdasarkan sistem tubuh (panca indra, pencernaan, respirasi, dan lainnya), hingga terminologi bidang histologi.
“Selain histologi, kami juga mengenalkan fisiologi untuk memahami cara kerja tubuh dan farmakologi,” jelas dr Vira, lulusan S2 Master of Health Professions Education itu.
Tak hanya teori, FK Umsida juga mengenalkan metode tutorial yang menjadi ciri khas pembelajaran. “Kami ingin membentuk proses berpikir mahasiswa agar terbiasa melakukan urutan kegiatan medis, dari klasifikasi bahasa asing hingga presentasi,” katanya.
Kekompakan Mahasiswa Baru
Salah satu mahasiswa baru, Naisyila Yanuarisqi Tamam, mengaku senang bisa mengikuti matrikulasi ini.
“Bonding kami langsung terjalin walaupun baru kenal. Materinya beragam, meski sulit dan membingungkan,” ujarnya.
Mahasiswi asal Ketapang, Sampang, ini mengaku anatomi menjadi materi yang mudah ia pahami, sedangkan histologi terasa cukup kompleks.
“Yang paling saya siapkan itu mental, karena masuk FK tidak gampang. Selain itu juga perlengkapan kuliah,” ungkapnya.
Syila mengaku pertemuan pertamanya dengan teman-teman baru justru jauh dari bayangan buruknya. “Awalnya saya khawatir akan ada diskriminasi atau bullying. Tapi ternyata sebaliknya, semua saling merangkul,” tuturnya.
Setelah matrikulasi, para mahasiswa baru FK Umsida dijadwalkan mengikuti kegiatan pertama universitas pada Sabtu (20/9), kemudian Fortama fakultas sepekan berikutnya. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments