Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali memperluas jejaring internasional. Kali ini, rombongan yang dipimpin Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi MPsi PhD, bersama pimpinan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), berkunjung ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bangkok, Thailand, pada Ahad (24/8/2025). Kunjungan resmi itu diterima langsung oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Thailand, Fuad Adriansyah.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari kerja sama di bidang pendidikan, program magang internasional, hingga peluang penempatan lulusan UMM sebagai tenaga profesional di Thailand. Salah satu pokok pembahasan adalah rencana kolaborasi dengan Sekolah Attarkiah dan beberapa sekolah lain di Thailand.
Lembaga-lembaga pendidikan itu tertarik menjalin kemitraan dengan UMM, khususnya terkait pengembangan mutu pendidikan, pertukaran tenaga pendidik dan mahasiswa, serta penyusunan kurikulum berbasis nilai Islam moderat.
“Melalui FKIP, UMM berencana mengadakan program pelatihan guru, penyelenggaraan kuliah tamu, hingga pengiriman mahasiswa dari program studi di FKIP untuk praktik mengajar di sekolah-sekolah mitra tersebut. Kami ingin berkontribusi nyata terhadap kemajuan pendidikan di Asia Tenggara sekaligus memberi kesempatan mahasiswa kami untuk meraih pengalaman internasional,” ujar Salis.

Selain itu, UMM dan KBRI juga membicarakan peluang mahasiswa UMM untuk magang di KBRI Thailand. Program tersebut diharapkan memberi bekal pengalaman langsung di bidang hubungan internasional, diplomasi, dan kerja sama bilateral.
Mahasiswa nantinya akan terlibat dalam berbagai aktivitas kedutaan, seperti pelayanan diplomatik, promosi budaya Indonesia (Edufair), hingga mendukung program-program kerja sama antarnegara.
Topik lain yang turut menjadi sorotan adalah fenomena ageing population yang tengah dihadapi Thailand. Meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia menimbulkan kebutuhan tinggi akan tenaga profesional di bidang kesehatan, terutama perawat.
UMM melihat kondisi ini sebagai peluang bagi lulusan keperawatan dan tenaga medis lainnya. Selama ini, alumni keperawatan UMM telah banyak bekerja di luar negeri, seperti di Jepang, Kuwait, Arab Saudi, hingga Jerman.
“Bersama KBRI dan mitra terkait di Thailand, UMM berkomitmen menyiapkan lulusan yang unggul secara akademik maupun profesional, termasuk penguasaan bahasa dan pemahaman budaya kerja internasional,” tambah Salis.
Pertemuan dengan KBRI Thailand ini menjadi tonggak penting dalam upaya internasionalisasi UMM. Selain memperkuat jejaring pendidikan dengan sekolah dan institusi di Thailand, langkah tersebut juga menjadi bagian dari diplomasi pendidikan Indonesia di tingkat global.
Rencana tindak lanjut kerja sama akan diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU), program pertukaran mahasiswa dan dosen, penempatan mahasiswa magang di KBRI Thailand, serta peluang penyaluran lulusan keperawatan UMM untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di Thailand. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments