Suasana sabtu pagi di KB-TK Aisyiyah 49 Griya Kencana penuh akan antusiasme dalam menuntut ilmu di pembinaan yang terselenggara oleh AUM Driyorejo.
Pembinaan kali ini, membahas tentang peran shalat dalam membentuk karakter guru menjadi lebih sabar, bertanggung jawab dan menjadi contoh bagi siswa dan rekan kerja, Sabtu (01/11/2025).
Di era sekarang, peran menjaga shalat sudah menjadi hal yang begitu rawan mengingat kepentingan dan tugas-tugas yang diberikan oleh setiap lembaga.
Pengingat bagi Pendidik
Pembinaan kali ini juga menjadi pengingat untuk guru yang sudah menjadi pendidik di setiap lembaga yang mereka ajar.
Pimpinan Majelis Dikdasmen PCM Driyorejo, Sutikno mengungkapkan “Guru bersama murid perlu membiaskan menjalankan ibadah shalat ketika sudah mendengar kumandang adzan” yang juga menghadiri dan memberi sambutan pada acara pembinaan AUM Driyorejo.
Alih-alih hanya menyampaikan sambutan, Sutikno juga membahas banyak hal yang berkaitan tentang pentingnya menjaga shalat sebagai kewajiban yang tidak boleh diduakan.
“Dalam sekolah guru perlu mencoba mendirikan tim kedisiplinan shalat yang berasal dari siswa. Guru di situ memposiskan diri sebagai model yang di mana contohnya ketika waktu shalat guru sudah berada di masjid tepat pada waktu dan tim kedisiplinan yang akan bekerja mengingatkan siswa yang lain” ungkap pemateri, ustad Drs H Nur Rahman MPd.
Tak hanya itu, pembinaan yang tersampaikan oleh Ustad Nur panggilan akrabnya menjadikan guru di sana mendapatkan banyak inspirasi baru.
Di mana salah satu kepala SMP Muhammadiyah 14 Driyorejo bertanya, “bagaimana menerapkan shalat kepada beberapa anak yang terkadang masih kesulitan membiasakan shalat tepat waktunya?” tanyanya.
Hal ini menjadi pembahasan yang semakin mendalam, ustad Nur menjawab. “Ada poin yang perlu diperhatikan saat anak masih sulit membiasakan shalat tepat pada waktunya” terangnya.
“Rezeki yang didapatkan orang tua perlu diperhatikan, ingatkan kepada murid untuk tidak mengambil, memakan hak yang bukan bagiannya. Semua perlu diperhatikan karena dapat berdampak pada kebiasaan shalat anak” tambahnya.
Penutup acara sedikit pesan yang kembali disampaikan “Bukan hanya shalat 5 waktu, biasakan juga untuk mengenalkan materi tentang shalat tahajud dan shalat dhuha” ustad Nur.


0 Tanggapan
Empty Comments