Forum Panti Asuhan Aisyiyah Muhammadiyah (Forpama) se-Kediri Raya menggelar pertemuan dengan mengusung tema “Modernisasi Teologi Al-Ma’un dalam Bingkai Kepantian”, pada Ahad (1/2/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh para pengelola panti asuhan Aisyiyah Muhammadiyah dari berbagai wilayah di Kediri Raya.
Ketua Forpama, Marlan Salim, dalam sambutannya menegaskan pentingnya panti asuhan untuk beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Ia menyampaikan bahwa modernisasi dalam pengelolaan panti merupakan sebuah keniscayaan agar pelayanan kepada anak asuh dapat berjalan lebih optimal serta relevan dengan tantangan zaman.
“Panti asuhan tidak lagi dapat dikelola secara konvensional. Perkembangan teknologi dan dinamika sosial menuntut adanya inovasi berkelanjutan tanpa meninggalkan nilai-nilai teologi Al-Ma’un sebagai ruh gerakan,” ujarnya.
Pertemuan tersebut juga diisi dengan sesi berbagi pengalaman antar panti asuhan. Dalam sesi ini, masing-masing perwakilan panti memaparkan program unggulan, jumlah anak asuh, status akreditasi, serta berbagai bentuk usaha mandiri yang dikembangkan guna mendukung keberlanjutan panti.
Selain itu, pertemuan ini juga membahas secara khusus pentingnya keberadaan pekerja sosial (Peksos) di setiap panti asuhan. Keberadaan Peksos menjadi salah satu syarat utama dalam meraih akreditasi A. Namun, hingga kini hal tersebut masih menjadi tantangan besar bagi sebagian panti asuhan.
“Dalam memenuhi kebutuhan Peksos, tidak mudah mengandalkan anak asuh yang melanjutkan studi di bidang pekerjaan sosial. Banyak di antara mereka harus kuliah di luar kota dan dalam praktiknya hal tersebut kerap berujung pada berbagai kendala,” ungkap salah satu peserta diskusi.
Melalui forum ini, Forpama berharap dapat merumuskan solusi bersama dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan kelembagaan, serta pengelolaan panti asuhan yang semakin profesional dan berkelanjutan, sejalan dengan nilai-nilai keislaman dan sosial Muhammadiyah. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments