
PWMU.CO – Pembukaan Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (Fortasi) SMA & SMK Muhammadiyah 1 Blitar tahun ajaran 2025/2026 berlangsung penuh semangat dan inspiratif, Senin (15/7/2025). Tak hanya sekadar pengenalan lingkungan sekolah, Fortasi tahun ini menjadi momentum penting dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial dan semangat berbagi sejak dini.
Bertempat di aula utama Gedung Dakwah Muhammadiyah Kota Blitar, kegiatan Fortasi hari pertama menghadirkan pemateri istimewa dari Lazismu Kabupaten Blitar Imro’atun Nasyi’in. Sosok yang akrab disapa Bu Dir ini menyampaikan materi bertajuk “Zakat, Infaq, Shodaqoh (ZIS) dan Kiprah Lazismu di Tengah Masyarakat”.
“Alhamdulillah, ini momen yang tepat. Sejak awal para siswa dikenalkan tentang pentingnya berbagi, menumbuhkan empati sosial, serta menjadi bagian dari gerakan filantropi Islam,” ujarnya di hadapan ratusan siswa baru yang mengikuti Fortasi dengan penuh antusias.
Generasi yang Peduli

Dalam paparannya, Bu Dir menegaskan bahwa sekolah Muhammadiyah bukan hanya tempat mencetak generasi berilmu, tetapi juga generasi yang peduli dan siap memberi manfaat luas bagi umat.
“Zakat, infaq, dan shodaqoh bukan sekadar kewajiban agama, tapi jalan membentuk jiwa dermawan yang ikhlas dan tangguh dalam membela sesama,” tegasnya.
Tak hanya materi, suasana semakin hidup dengan berbagai kisah inspiratif tentang kiprah Lazismu di masyarakat. Dari bantuan bencana, beasiswa yatim, hingga program ekonomi kreatif berbasis masjid, semua disampaikan dengan gaya yang membumi dan membangkitkan semangat sosial siswa.
Kepala SMK Muhammadiyah 1 Blitar, Ustadz Ariefudin Widhianto SPd MPd menyambut baik kolaborasi ini.
“Ini bentuk integrasi nilai keislaman dan kebangsaan dalam pendidikan. Kami ingin siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga memiliki kepekaan sosial tinggi,” ungkapnya.
Fortasi 2025 SMA dan SMK Muhammadiyah 1 Blitar pun menjadi lebih dari sekadar orientasi sekolah—ia menjadi langkah awal menumbuhkan generasi filantropis, yang siap mewarnai masa depan dengan ilmu dan kepedulian. (*)
Penulis Wahyu Hidayanto Editor Amanat Solikah






0 Tanggapan
Empty Comments