Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Fortasi Smamseven: Najib Sulhan Kupas Pentingnya Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di Era Overthinking

Iklan Landscape Smamda
Fortasi Smamseven: Najib Sulhan Kupas Pentingnya Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di Era Overthinking
pwmu.co -
Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Mulyorejo Surabaya, Najib Sulhan saat menyampaikan materi (Ruhama/PWMU.CO)

PWMU.CO – Sebanyak 120 siswa baru mengikuti Forum Ta’aruf Siswa (Fortasi) SMA Muhammadiyah 7 Surabaya (Smamseven). Pada hari kedua, panitia menghadirkan Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Mulyorejo Surabaya, Najib Sulhan, sebagai pemateri. Ia menyampaikan materi motivasi bertajuk “Al-Islam dan Kemuhammadiyahan: Menemukan Jati Diri Pelajar Muslim di Era Overthinking.”

Mengawali materinya, Najib Sulhan memberikan pujian kepada panitia yakni Pimpinan Ranting IPM Smamseven, yang telah mengusung tema luar biasa.

“Tema yang diangkat oleh panitia ini luar biasa,” ujarnya.

Selanjutnya, ia melemparkan sebuah pertanyaan, “Siapa yang tahu apa yang dimaksud dengan overthinking?.” Beberapa siswa baru mencoba menjawab.

Overthinking adalah memikirkan sesuatu secara berlebihan. Jika tidak dikendalikan, hal ini bisa membuat seseorang terjebak dalam pemikiran berulang tentang hal-hal yang sebenarnya tidak perlu. Akibatnya, bisa menurunkan kepercayaan diri, menyulitkan dalam mengambil keputusan, memunculkan stres, dan bahkan menghilangkan jati diri,” jelasnya.

Najib Sulhan juga memberikan solusi untuk mengendalikan overthinking. Ia meyakinkan para siswa bahwa memilih bersekolah di Smamseven merupakan keputusan yang tepat.

“Anak-anak, kalian memilih sekolah di Smamseven adalah keputusan yang tepat. Di sini, kualitas pendidikan agama maupun umum tidak kalah bersaing,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ada materi unggulan yang akan mengantarkan para siswa menuju kesuksesan, yaitu Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Kedua materi ini berfokus pada penanaman nilai-nilai akhlak dan penguatan adab. Selain itu, siswa juga dibekali dengan pemahaman fardhu ‘ain sebagai bekal penting dalam meraih kebahagiaan.

“Al-Islam dan Kemuhammadiyahan berperan sebagai kompas di era yang serba bebas ini. Dengan penyajian materi yang implementatif, kedua hal tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi persaingan di masa depan,” jelasnya.

Selanjutnya, Najib Sulhan meminta 120 siswa baru untuk menyiapkan selembar kertas dan mengajak mereka mengenali diri sendiri.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

“Tolong garisilah kertas menjadi tiga bagian. Pada bagian pertama, tulis hal-hal yang kamu sukai. Pada bagian kedua, tulis hal-hal yang kamu kuasai. Pada bagian ketiga, tulis hal-hal yang bermanfaat bagi orang lain,” ujarnya. Tugas ini kemudian diikuti dengan antusias oleh para siswa.

Selanjutnya, ia meminta para siswa untuk menghubungkan kesamaan antara apa yang disukai, kuasai, dan yang memberikan manfaat.

“Dengan begitu, kalian akan mulai memahami siapa sesungguhnya diri kalian,” imbuhnya.

Mengakhiri sesi motivasinya, Najib Sulhan menyampaikan lima strategi untuk membuang “racun otak.” Lima frasa ini dapat membuat seseorang terhambat untuk bergerak, apalagi berkembang. Karena itu, frasa-frasa ini perlu dibuang.

“Cobalah hindari lima frasa berikut ini. Pertama, hindari kata ‘malu’ dan ‘takut’ untuk berbuat baik. Kedua, jangan pernah mengatakan ‘tidak mampu’ terhadap sesuatu yang akan dikerjakan. Ketiga, hindari kata ‘tidak mungkin’. Jika ada kemauan, segala sesuatu bisa menjadi mungkin. Keempat, jangan mengatakan ‘sudah tahu’ ketika mendengar orang memberikan penjelasan. Kelima, jangan berkata ‘nanti saja’ jika ada pekerjaan yang harus dikerjakan. Ingat, kita bisa menunda pekerjaan dengan mengatakan ‘nanti saja’, tetapi waktu tidak akan menunggumu,” pesannya. (*)

Penulis Ruhama Editor Ni’matul Faizah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡