
Langkah Menjadi Orang Sukses
Pada malam harinya siswa juga mendapatkan motivasi yang bertema Let’s Create Our Sucses Story oleh Muhammad Haris yang merupakan alumnus SD Mugeb.
Haris mengawali materi dengan ice breaking dengan membagi dua kelompok laki-laki dan perempuan. “Adik-adik kita berhitung ya jika nanti kelipatan empat maka Kalian bilang door,” katanya.
Siswa-siswi begitu bersemangat mengikutinya. Mahasiswa semester III Universitas Airlangga itu lalu menjelaskan makna sukses. “Sukses itu adalah ketika kita berhasil mencapai apa yang telah inginkan,” ujarnya.
Tetapi, lanjutnya, semua itu perlu langkah-langkah untuk mendapatkannya. Langkah pertama yaitu menentukan tujuan dengan jelas. Jika tujuan kita tidak jelas maka itu tidak benar, tidak tahu arah nantinya.
“Setelah Kalian menentukan tujuan, langkah kedua, tulislah setiap tujuan Kalian, karena setiap yang Kalian tulis semoga Allah kabulkan coretan-coretan,” pesannya.
Haris menceritakan secara singkat mimpinya menjadi lulusan terbaik di SD Mugeb. “Waktu di angkatan saya tahun 2014 ada ujian nasional, saya tidak pernah menyangka kalau masuk sepuluh besar nilai ujian terbaik satu angkatan. Karena saya ini anak yang mengikuti alurnya saja kalau waktunya belajar ya belajar,” cerita dia.
“Dari situ saya terinspirasi dan waktu ujian nasional saya belajar dengan rajin dan terus berdoa. Alhamdulillah saya mendapat lulusan terbaik di sekolah,” tambahnya.
Langkah ketiga bekerja keras dengan tekun dan sabar, karena adsa rumus orang pintar akan kalah dengan orang rajin.
Haris mengingatkan pada siswa siswi kelas VI bahwa sukses itu butuh proses. “Jadi adik-adik bisa lihat bahwa anak yang berhasil memenangkan berbagai macam juara baik akademik maupun pengembangan diri itu banyak perjuangannya,” tegasnya.
Siswa Termotivasi
Motivasi yang disampaikan oleh alumnus SD Mugeb itu membuat anak-anak penasaran, hingga beberapa anak mengajukan pertanyaan. Salah satunya Raffi Nabighah Satrio Siswa Kelas VIn Venus. “Apa cita-cita Kakak sejak kecil?” tanyanya.
Haris pun menjawabnya. “Sejak TK sampai SMA cita-cita saya berubah. Dari TK, SD, sampai SMA cita-cita saya berbeda. Nah sekarang cita-cita saya menjadi menteri pendidikan karena saya terinspirasi dari Nadiem Makarim yang mampu mengubah sistem pendidikan,” jawabnya.
Pertanyaan lain dilontarkan oleh siswa kelas VI Merkurius. “Apakah ketika cita-cita berubah, apa tujuan kita sudah jelas apa belum?” tanya Alisah Khusnul Widya Putri.
“Ketika kita memiliki tujuan yang mungkin berubah-ubah sampai detik ini, bisa dikata kita masih mencari tujuan sebenarnya kita inginkan,”j jawab Haris. (*)
Editor Mohammad Nurfatoni






0 Tanggapan
Empty Comments