Dari Kota Madiun, lahir sosok muda penuh semangat bernama Fuad Dwi Artha. Mahasiswa Program Studi Hukum di Universitas Muhammadiyah Madiun (Ummad) ini membuktikan bahwa kesibukan kuliah bukan alasan untuk berhenti berprestasi.
Sejak 2018 hingga 2025, ia berhasil mengoleksi 15 penghargaan dari berbagai ajang pencarian bakat tingkat lokal, regional, hingga nasional.
Perjalanan Fuad tidak dimulai dengan rasa percaya diri yang tinggi. Ia mengaku sempat ragu ketika pertama kali mengikuti kompetisi.
Minim pengalaman dan belum memahami alur lomba, ia belajar langsung dari panggung pertamanya.
Namun justru dari titik itulah mental dan kemampuannya ditempa. Pengalaman awal yang penuh kegugupan berubah menjadi batu loncatan menuju level yang lebih tinggi.
Sederet gelar pun berhasil ia raih. Di antaranya Duta Mister Jatim Fair 2018, Duta Mister Winner Jatim 2019, Best Dress Duta Anti Narkoba Jawa Timur 2020, Top 8 Duta Pustaka Jawa Timur 2022, Duta Toleransi Indonesia 2022, Runner Up 4 Duta Pustaka Indonesia 2024, hingga Duta Pelopor Pendidikan Indonesia 2024.
Setiap penghargaan bukan sekadar simbol kemenangan, tetapi ruang belajar yang memperkaya kapasitas dirinya.
“Awalnya hanya ingin mencoba, tapi ternyata banyak sekali ilmu yang didapat,” ujar Fuad pada Ahad (1/3/2026).
Baginya, mengikuti ajang pencarian bakat bukan sekadar tampil di atas panggung. Ia belajar public speaking, modelling, attitude, grooming, hingga membangun personal branding.
Jejaring pertemanan pun meluas, mempertemukannya dengan figur-figur inspiratif dari berbagai daerah.
“Bonusnya kalau menang ya tambah banyak merchandise dan portofolio,” tambahnya sambil tersenyum.
Di tengah kesibukan kompetisi, Fuad juga menjalani peran sebagai pekerja. Ia tergabung dalam Artha Talenta Management, sebuah perusahaan event organizer yang fokus pada penyelenggaraan lomba pencarian bakat.
Pengalamannya bersentuhan langsung dengan isu sosial dan kenegaraan di dunia kerja membuatnya mantap memilih Program Studi Hukum di Ummad.
Menurut Fuad, sistem kelas karyawan dengan pola hybrid learning di Ummad menjadi solusi atas ritme hidupnya yang dinamis.
Dia dapat tetap bekerja sekaligus menempuh pendidikan tinggi tanpa harus mengorbankan salah satunya.
Manajemen waktu menjadi kunci. Disiplin membagi jadwal antara kuliah, pekerjaan, dan aktivitas kompetisi adalah tantangan yang justru membentuk karakternya.
Kisah Fuad menunjukkan bahwa passion, karier, dan pendidikan bukanlah tiga hal yang harus dipertentangkan.
Dengan tekad kuat dan pengelolaan waktu yang baik, ketiganya bisa berjalan beriringan. Langkah pertamanya yang penuh keraguan kini berubah menjadi perjalanan panjang yang sarat prestasi.
“Kuliah di Ummad Madiun adalah pilihan terbaik untuk melanjutkan studi sekaligus memperkuat karier,” pungkasnya. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments