Fun Walk Parade sebagai acara penutup kegiatan semarak kemerdekaan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di SMP Muhammadiyah 1 (Spemutu) Gresik dilaksanakan dengan acara yang meriah dan penuh warna.
Kegiatan yang diikuti 265 siswa serta 30 orang guru, dan karyawan Spemutu Gresik ini mengambil rute Jl. KH Kholil, Jl Samanhudi, Bandar Grisse, dan kembali menuju sekolah sukses mencuri perhatian warga sekitar yang dilewati peserta pada Jumat (15/8/2025).
Acara ini berbeda dari biasanya karena para peserta diwajibkan untuk mengenakan kostum yang kreatif dan unik dengan tema kemerdekaan.
Berbagai macam kostum terlihat memukau, mulai dari busana daur ulang, pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia, hingga kostum bertema profesi seperti dokter, petani, dan tentara menghiasi jalanan yang dilewati.
Fun Walk Parade dimulai dari halaman sekolah yang diberangkatkan langsung oleh Sulistyaningsih MPd selaku Kepala Spemutu Gresik dengan mengibarkan bendera merah putih.
Sepanjang perjalanan, para peserta Fun Walk Parade tak henti-hentinya menyanyikan lagu-lagu nasional dan meneriakkan yel-yel penyemangat, membuat suasana semakin semarak.
Adanya Fun Walk Parade ini mampu menyedot animo masyarakat sepanjang jalur yang dilewati. Tak berhenti disitu, pengguna jalan yang tengah melintas memilih untuk berhenti tuk sekedar melihat keseruan ragam penampilan peserta karnaval, serta mengabadikan lewat ponsel masing-masing.
Rukmini contohnya, ia tak menyangka, banyak anak anak yang memakai kostum unik lewat depan warung makannya sembari menyanyikan lagu perjuangan. Ia pun menyambut baik kegiatan yang diadakan sebagai cara memeriahkan peringatan HUT RI ke-80.
Senada dengan Rukmini, Yatno tukang becak yang biasanya mangkal di bandar Grisse terkesan dengan kreativitas dan kemeriahan kostum yang dibikin anak anak sebagai cara mengekspresikan rasa cinta tanah air di kegiatan tersebut.
Gunakan Kostum Cosplay Daur Ulang
Pada Fun Walk Parade tahun 2025 ini, sejumlah siswa menggunakan bahan baku bekas yang didaur ulang. Salah satu perancang busana, Decha Choirun Nisa Irwanto, memakai koran bekas yang dimodifikasi merujuk desain pakaian jaman Belanda.
Kepada kontributor PWMU.CO, Decha sarapan akrabnya, menjelaskan tahapan pembuatan kostum yang ia gunakan pada Fun Walk Parade hari ini.
“Saya mengerjakan pembuatan gaun daur ulang menggunakan koran bekas yang menumpuk dirumah, butuh waktu 3 hari untuk mendesain dan menata koran nya agar proposional serta nyaman dipakai selama jalan. Pengerjaan juga bersama teman teman ada Caca (Khansa Raquel), Lydia (Lidya Dewi Lavindia) dan Aca (Khansa Aghniya)”, jelasnya.
“Motivasi saya menggunakan koran bekas sebagai bahan pembuatan kostum, selain koran tidak hanya untuk di baca saja bisa juga di daur ulang membawakan pesan bahwa fashion bisa indah tanpa merusak bumi,” tutup gadis 14 tahun tersebut.
Selain kostum dari koran bekas, terdapat juga kostum dari plastik bekas seperti yang di gunakan oleh Tiva Sevira Ariesta, kemudian Kalila Ganeshia Maulida, Amanda Anastsia Elga, hingga Nadiyya Annisa Zahra yang menggunakan kresek bekas sebagai bahan namun berbeda tema dan konsepnya sehingga menciptakan keunikan tersendiri.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments