Sorakan, pelukan, hingga air mata mewarnai perjalanan tim MI Muhammadiyah 1 Pare, Kediri, pada ajang Walk of Tobe Champions Series 3 2025, di Utama Sport Center Trenggalek, Minggu (14/09/2025) dan Kamis-Jum’at (18-19/09/2025).
Meski mimpi menjadi pemenang di final harus runtuh, karena beberapa pemain yang cidera. Skuad muda ini pulang dengan kepala tegak, membawa trofi juara 2 kategori SD/MI se-Jawa Timur. Menjadi cerita berharga tentang arti perjuangan tim MIMIP FC, sebutan populer tim MI Muhammadiyah 1 Pare.
Sejak awal, Manajer Dedy Arifin, S.Pd. dan Coach Arie Maulana, S.Pd.I. menekankan lima fondasi tim: fisik, teknik, taktik, leadership, dan mental. Anak-anak disiplin latihan, menjaga pola makan, hingga istirahat tepat waktu.
Hasilnya terlihat di lapangan. Setelah 2-0 melawan SDIT Permata Ummat Trenggalek, mereka bangkit dengan kemenangan atas SD Muhammadiyah 1 Trenggalek (2-0). Perjalanan makin panas di babak 8 besar ketika mereka menumbangkan MI Plus Walisongo dengan kemenangan telak 6-0.
Lalu tibalah semifinal, skor 1-0 melawan SDN 2 Surodakan. Lapangan hening, semua mata tertuju ke lapangan. Beberapa punggawa MIMIP FC cidera dan dibawa ke Rumah Sakit. Namun dukungan dari tribun tak pernah padam. Ayah dan Bunda, suporter setia MIMIP FC dengan kostum yang serasi memenuhi tribun.
Nyanyian bangga mereka menggema setiap kali MIMIP FC berlaga, jadi energi tambahan yang membuat tim tak kehilangan semangat. Pertandingan final dimulai, MIMIP FC melawan SDIT Nurul Izzah. Pertandingan sengit di babak pertama. Babak kedua di menit-menit terakhir, MIMIP FC kecolongan gol lawan.
“Anak-anak sudah fight habis-habisan. Kalah di final, karena kecolongan gol lawan. Kenyataan yang memang pahit, tapi justru itu jadi pelajaran berharga. Yang penting mereka sudah menunjukkan karakter juara,” tambah Manajer Dedy.
Hasil Perjuangan
Hamizan, pemain anchor, dari kelas IVA, menyampaikan jika senang pulang bisa membawa juara 2, semua sudah diupayakan dan inilah hasil perjuangan kita.
“Aku juga senang bisa mencetak gol ketika babak 8 besar, tendangan jarak jauh dan gooool tercipta,” celotehnya.
Bunda Riza, Ibunda Bimasena VIC, sekaligus suporter MIMIP FC. Berusaha menenangkan anaknya sebagai Sang Kapten.
“Jangan sedih, nak, ini bukan akhir dari perjuanganmu. Masih banyak pertandingan yang menanti kalian di depan sana, skuad MIMIP FC,” tuturnya melihat sang anak yang terdiam sejenak.
Pemain dengan posisi masing-masing telah memberi warna permainan di lapangan. Setiap blok, tekel, gol, hingga dukungan dari bangku cadangan adalah bagian dari cerita kemenangan. Mereka pulang bukan hanya dengan piala, tapi juga pengalaman berharga bahwa kerja keras dan kebersamaan selalu jadi kunci kemenangan sejati. Kalian luar biasa.
Apresiasi untuk pemain Skuad MIMIP FC: Bimasena Satria Yulianto VIC selaku Kapten, Airlangga Frizaqi Rasiyd Albar VIB, Adhyasta Kian Parahita VIE, Ahmad Adya Surya VA, Mirza Tristan Al Ghifarry VA, M. Habibi Taufiqurrohman VA, Moch. Syafiq Akram Ulinuha VA, Hazard Tsauban Rizqullah Al Fuadi VD, Muhammad Naufal Afkar VD, Bilal Ahza Danish Syaputra IVA, Muhammad Hamizan Hafidzurizki IVA, Fathian Abdillah Abqari IVA, Raditya Naufal Al Bary IVD, dan Atha Ferninno Alva Argya IVE. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments