Kegiatan Parent-Teacher Conference (PTC) yang berlangsung di jenjang kelas VI menjadi momentum penting dalam mempersiapkan transisi siswa dari masa kanak-kanak menuju masa remaja.
Momentum tersebut terlihat dalam proyek Future Planning yang diikuti puluhan siswa kelas VI Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya pada Sabtu (7/3/2026).
Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya mempresentasikan impian dan cita-cita mereka di hadapan orang tua dan guru, tetapi juga belajar memahami pentingnya merencanakan masa depan sejak dini di tengah tantangan dunia yang semakin dinamis.
Siswa Belajar Merancang Masa Depan
Dalam proyek bertajuk Future Planning tersebut, para siswa diajak untuk berpikir lebih visioner dengan mulai memetakan langkah-langkah yang dapat mereka tempuh untuk mencapai cita-cita di masa depan.
Para siswa mempresentasikan berbagai rencana masa depan yang mereka impikan, mulai dari profesi yang ingin diraih hingga aktivitas yang dapat mendukung tercapainya tujuan tersebut.
Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana bagi siswa untuk memahami bahwa keberhasilan tidak datang secara tiba-tiba, melainkan melalui proses perencanaan, kerja keras, serta komitmen yang konsisten.
Menghubungkan Hobi dengan Cita-cita
Salah satu poin penting yang ditekankan dalam proyek ini adalah kemampuan siswa untuk menghubungkan aktivitas sehari-hari dengan tujuan jangka panjang yang ingin dicapai.
Dalam presentasi yang mereka lakukan, para siswa mulai memahami bahwa hobi yang selama ini mereka tekuni—baik di bidang seni, teknologi, maupun olahraga—bukan sekadar aktivitas hiburan semata.
Hobi dapat menjadi sarana eksplorasi bakat yang berpotensi menjadi fondasi profesionalisme di masa depan.
Dengan mengaitkan kegemaran tersebut dengan cita-cita yang lebih spesifik, siswa diharapkan memiliki motivasi internal yang lebih kuat dalam belajar karena mereka memahami alasan di balik setiap usaha yang dilakukan.
Impian Harus Disertai Perencanaan
Melalui proyek ini pula, para siswa diajak memahami bahwa impian tanpa rencana hanyalah sebuah angan-angan.
Para peserta ditantang untuk menyusun langkah-langkah konkret yang dapat mereka lakukan sejak sekarang, mulai dari disiplin dalam mengatur waktu belajar hingga keberanian mencoba berbagai pengalaman baru yang dapat mengembangkan potensi diri.
Nilai-nilai spiritual juga menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran ini sebagai penguat mental dan emosional para siswa.
Menanamkan Nilai Spiritual dalam Perencanaan Hidup
Dalam kegiatan tersebut, siswa juga diajak memahami pesan dalam Al-Qur’an, khususnya QS. Ar-Ra’d ayat 11 yang menegaskan bahwa Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.
Pesan tersebut mengajarkan bahwa kesuksesan tidak hanya bergantung pada harapan, tetapi juga membutuhkan ikhtiar dan usaha yang sungguh-sungguh.
Selain itu, nilai-nilai yang diajarkan juga diperkuat dengan prinsip dalam hadis yang menekankan pentingnya menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain.
Dengan demikian, cita-cita yang mereka bangun tidak hanya berorientasi pada keberhasilan pribadi, tetapi juga membawa manfaat bagi masyarakat luas.
Membangun Kepercayaan Diri Siswa
Melalui proyek Future Planning ini, pihak sekolah bersama orang tua berupaya membangun kepercayaan diri siswa sejak dini.
Ketika seorang siswa mampu memetakan rencana masa depannya, ia akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan serta tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan yang kurang produktif.
Para siswa juga belajar bahwa masa depan bukanlah sesuatu yang ditunggu secara pasif, melainkan sesuatu yang harus dijemput dengan persiapan matang, doa yang tulus, serta kerja keras yang konsisten sejak dini.






0 Tanggapan
Empty Comments