Sebanyak 19 peneliti Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB-AD) Lamongan dinyatakan lolos hibah penelitian 2026 melalui empat skema pendanaan, berdasarkan infografis pada akun Instagram resmi institusi.
Capaian ini menjadi bagian dari upaya peningkatan produktivitas ilmiah dan kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat.
Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Lamongan, Dr. Darianto, S.E., M.M., menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut mencerminkan peningkatan kualitas akademik dosen. Ia menegaskan bahwa kegiatan penelitian perlu menghasilkan luaran yang dapat diukur.
“Penelitian harus berorientasi pada publikasi ilmiah, inovasi, dan solusi nyata. Setiap tahapan harus dijalankan dengan disiplin,” ujarnya.
Empat skema hibah yang dibuka meliputi Penelitian Dosen Pemula, Penelitian Fundamental Riset, Penelitian Kerja Sama Perguruan Tinggi, serta Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat. Keempat skema tersebut mencakup penguatan riset dasar hingga implementasi hasil penelitian di masyarakat.
Skema Penelitian Dosen Pemula menjadi jumlah penerima terbanyak, yakni 13 peneliti. Program ini ditujukan untuk memperkuat fondasi riset dosen sekaligus mendorong peningkatan publikasi ilmiah.
Adapun penerima skema Penelitian Dosen Pemula meliputi Dadang Wiratama, Aranta Prista Dilasari, M. Adhitya Nugraha Pratama, Titik Khotiah, Fibia Sentauri Cahyaningrum, Heti Nur Ani, Wahyu Tri Prambudi, Ronalmanto, Maulidza Nur Fauzi, Didik Puji Wahyono, Masrur Anwar, Muhammad Mutammam Musthofa, dan Menik Ariyanti.
Pada skema Penelitian Fundamental Riset, dua peneliti dinyatakan lolos, yaitu Muhammad Sulton dan Rita Nataliawati. Skema ini berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan secara lebih mendalam.
Sementara itu, pada skema Penelitian Kerja Sama Perguruan Tinggi, dua peneliti yang dinyatakan lolos adalah Roudlotul Badi’ah dan Evi Dwi Kartikasari. Program ini bertujuan mendorong kolaborasi antarperguruan tinggi.
Pada skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat, dua peneliti juga dinyatakan lolos, yaitu Evi Dwi Kartikasari dan Tri Winarsih. Skema ini menitikberatkan pada penerapan hasil penelitian di tengah masyarakat.
Pihak kampus menyampaikan bahwa seluruh penerima hibah diharapkan melaksanakan penelitian sesuai dengan proposal yang telah disetujui. Selain itu, monitoring dan evaluasi dilakukan secara berkala untuk memastikan kualitas pelaksanaan serta capaian luaran penelitian.
Capaian ini menjadi bagian dari upaya Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Lamongan dalam mengembangkan ekosistem riset yang produktif, inovatif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments