Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Gandeng Ibu-Ibu Desa Bendung, Mahasiswa KKN UMG Sulap Sampah Jadi Pundi Rupiah

Iklan Landscape Smamda
Gandeng Ibu-Ibu Desa Bendung, Mahasiswa KKN UMG Sulap Sampah Jadi Pundi Rupiah
Peluncuran Bank Sampah. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) menginisiasi program peningkatan ekonomi keluarga berbasis lingkungan di Desa Bendung, Kecamatan Jetis.

Melalui peluncuran Bank Sampah, warga diajak mengubah limbah rumah tangga menjadi aset bernilai ekonomi.

Kegiatan ini merupakan program unggulan mahasiswa KKN UMG di Desa Bendung. Inisiatif tersebut dirancang sebagai solusi konkret atas permasalahan sampah domestik yang selama ini belum terkelola maksimal di tingkat pedesaan.

Acara yang berlangsung di Balai Desa Bendung pada Senin (16/2/2026) ini melibatkan puluhan ibu-ibu PKK dan warga setempat.

Mereka dipilih sebagai sasaran utama karena peran krusialnya dalam manajemen sampah rumah tangga setiap hari.

Sekretaris Desa Bendung, Muhammad Muhsinun, hadir memberikan dukungan penuh terhadap langkah mahasiswa tersebut.

“Kegiatan ini adalah langkah maju untuk membangun kemandirian warga dalam mengelola lingkungan. Kami mengapresiasi mahasiswa KKN UMG yang telah menginisiasi Bank Sampah sebagai solusi pengelolaan limbah di Desa Bendung,” ujar Muhsinun dalam sambutannya.

Senada dengan hal itu, Hakam selaku Ketua Kelompok KKN UMG Desa Bendung, menekankan pentingnya keterlibatan perempuan dalam menjaga ekosistem desa melalui pemilahan sampah yang tepat.

“Kami berfokus pada peran ibu-ibu sebagai garda terdepan manajemen sampah keluarga. Dengan pemilahan melalui sistem Bank Sampah, lingkungan tetap asri dan warga bisa mendapatkan penghasilan tambahan,” kata Hakam di hadapan para peserta.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Untuk memperkuat pemahaman warga, mahasiswa menghadirkan praktisi lingkungan, Siti Fitriah. Dalam sesi teknis, Fitriah membekali peserta dengan metode klasifikasi sampah organik dan anorganik.

Ia menekankan bahwa sampah seperti botol plastik, kaleng, dan kardus memiliki nilai jual tinggi jika dipilah dalam kondisi bersih sejak dari dapur.

Fitriah menjelaskan bahwa kunci utama dari Bank Sampah adalah pemilahan sejak dari sumbernya, yakni dapur rumah tangga.

Ia menekankan bahwa sampah yang disetorkan harus dalam kondisi bersih agar memiliki nilai jual yang optimal saat proses penimbangan oleh petugas.

Edukasi ini disambut antusias oleh para peserta yang aktif berdiskusi mengenai teknis operasional Bank Sampah.

Semangat tersebut menunjukkan kesiapan warga Desa Bendung untuk beralih ke sistem ekonomi kreatif yang ramah lingkungan.

Melalui program berkelanjutan ini, mahasiswa UMG membuktikan bahwa sinergi akademisi dan masyarakat dapat menciptakan modernisasi desa yang lebih sehat, efektif, dan ekonomis bagi masyarakat luas.(*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu