
PWMU.CO – Sejak pukul 08.45 Wib, para tamu mulai berdatangan memenuhi undangan SMP Muhammadiyah 13 Surabaya (Spemgalas) dalam rangka silaturrahim, peresmian gedung baru, dan peluncuran buku. Tampak hadir Anggota DPRD Jawa Timur Hj. Lilik, Ketua Majelis Dikdasmen PDM Kota Surabaya Diky Sidqumullah, pimpinan PCM Tambaksari, serta perangkat kelurahan seperti RT, RW, Lurah, Babinsa, Satpol PP, dan undangan lainnya. Acara ini diselenggarakan pada Ahad (20/4/2025), dengan menghadirkan Najib Sulhan sebagai narasumber utama.
Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala Spemgalas, Sofyanda Atmaja. Dalam sambutannya, ia mengucapkan terima kasih atas kehadiran para tamu undangan serta dukungan semua pihak dalam proses pembangunan gedung baru. Ia juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Najib Sulhan yang telah membimbing para guru, khususnya dalam penulisan buku branding sekolah.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh perwakilan PCM Tambaksari, dilanjutkan oleh Hj. Lilik dari Komisi C DPRD Jawa Timur. Dalam sambutannya, Lilik menyampaikan rasa bahagianya dapat turut membantu masyarakat, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Ketua Majelis Dikdasmen Kota Surabaya, Diky Sidqumullah, mendapat kesempatan terakhir untuk memberikan sambutan sekaligus meresmikan pembangunan lantai 2 di kampus 1 Spemgalas. Dalam pembukaannya, Diky mengutip surat Ash-Shof ayat 4. “Ketika berkumpul seperti ini—ada RT, RW, Lurah, Babinsa, TNI, dan DPR—maka semua persoalan akan terselesaikan. Inilah konsep bangunan yang kokoh karena adanya sinergi antar elemen masyarakat,” tuturnya.
Setelah itu, Diky secara resmi meresmikan bangunan baru dengan mengucapkan, “Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, gedung baru SMP Muhammadiyah 13 diresmikan.” Usai peresmian, panitia menayangkan dokumentasi proses pembangunan gedung dari awal hingga selesai.

Dalam sesi berikutnya, Najib Sulhan menyampaikan pentingnya pendidikan moral dalam membangun generasi yang jujur dan berintegritas. “Saat ini tidak sulit menemukan orang-orang hebat, tetapi sangat sulit menemukan orang yang jujur. Oleh karena itu, pendidikan harus dirancang berbasis pada nilai-nilai moral,” ungkapnya sebelum meluncurkan buku berjudul Sekolah Ramah Bakat Berbasis Moral, yang ditulis oleh para guru Spemgalas. Ia pun mengucapkan selamat kepada para guru yang berhasil menyelesaikan karya istimewa tersebut.
Selama sekitar 30 menit, Najib menguraikan urgensi pendidikan moral bagi anak-anak. Ketua PCM Mulyorejo yang turut hadir menambahkan bahwa puncak dari pendidikan moral adalah kejujuran. Karena itu, nilai kejujuran harus ditanamkan sejak dini kepada generasi muda. (*)
Penulis Rozana Hana Muthi’ah Editor Amanat Solikah






0 Tanggapan
Empty Comments