
PWMU.CO – Mengundang komunitas reptil Surabaya untuk memberikan edukasi kepada peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SD Muhammadiyah 1 Driyorejo (SD Mudri) memberikan pengalaman baru kepada siswa.
Dikemas dalam acara Momen Mengenal Mudri (Momenmu), MPLS akan berlangsung selama 10 hari, Senin (14/7/2025).
Diikuti oleh 93 siswa baru tahun ajaran 2025/2026, acara Momenmu mengusung tema safari dengan judul Mudri Onederful Safari. Peserta hadir memakai kostum bertema hewan dan tumbuhan dilengkapi dengan riasan wajah sesuai dengan tema yang dipilih.
“Aku pakai baju Singa,” celoteh Defardan Fahreinand Selvandrio siswa kelas 1 Ali Bin Abi Thalib.
Tak mau kalah denga peserta, tim panitia tampil maksimal dengan mengenakan kostum serupa. “Persiapan kostum burung merak hijau hanya 2 hari saja,” kata Melan Damayanti SPd selaku guru kelas 4 English Class Program (ECP).
Melan tidak tampil sendiri mengenakan kostum burung merak, Delima Permata Dilamsari SPd yang juga mengajar di kelas 4 Tahfidz Class Program (TCP) juga tampil mengenakan kostum yang sama.
“Mengenalkan berbagai macam hewan reptile, mulai bagaimana cara merawatnya, apa makanannya, bagaimana cara berkembangbiak, dan siswa akan diberi kesempatan untuk menyentuh atau menggendong ular maupun hewan reptile lainnya,” ucap Ananda Ida Budiasa SPd selaku ketua panitia Momenmu.

Dua komunitas pecinta hewan dari Surabaya hadir sebagai pemateri, yaitu dari Tim Rescue Exalos dan Reptil Indonesian Phyton Community. Lengkap dengan membawa hewan yang telah berhasil dibudidayakan, antara lain Ular Phython jenis Sanca Batik berusia 3,5 tahun, Molu Albino berwarna kuning putih yang berusia 6 bulan, kura-kura brazil, dan gecko.
Yang menarik perhatian peserta MPLS, yaitu Ular Phyton berusia 3,5 tahun dengan panjang 3 meter dan bobot kurang lebih 30 kg dengan motif khas seperti batik berwarna coklat dan hitam di bagian tubuhnya.
“Perlu bantuan untuk menggendong ular ini karena berat sekali. Hewan yang kami bawa inshaallah semua aman untuk dipegang oleh siswa termasuk yang jenis ular,” papar Micky Sulistyo dari Tim Kandang Phython Surabaya yang tergabung dalam Reptil Indonesian Phyton Community.
“Tidak perlu takut kepada hewan reptile asal bisa tau mana jenis yang berbahaya dan mana yang bisa dipelihara. Menumbuhkan rasa sayang kepada hewan peliharaan yang juga sama sama makhluk ciptaan Tuhan,” imbuh Anthony Sunarya dari Tim Rescue Exalos Surabaya.
Acara yang dipandu apik oleh Nita Wulandari SPd dan Laily Dwi Qonitasari SPd dimulai pada pukul 07.30 WIB, dan berakhir pada pukul 09.00 WIB.
Momenmu yang dilaksanakan di halaman SD Mudri ini membawa kesan baru untuk Arystha Kumalasari Hadi dan Kalila Afiqah Putri Rangga yang baru pertama kali menyentuh dan menggendong ular Phyton. “Hii geli, tapi ularnya baik tidak mengggit,” kata Kalilla, salah satu siswa kelas 1 Abu Bakar Ash Shiddiq. “Ularnya ternyata berat,” sambut Arystha.(*)
Penulis Elisyah Susanty Editor Zahrah Khairani Karim





0 Tanggapan
Empty Comments