Pagi itu, Ahad (27/7/2025) tiga orang utusan Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA PPI) mengikuti Pertemuan 1 Corp Mubalighot Aisyiyah (CMA) Cabang Manyar. Acara yang diselenggarakan di KB Cahaya Suci PPS itu berlangsung sejak pukul 07.30 hingga 15.00, mempertemukan para mubalighot Aisyiyah se-Kecamatan Manyar.
PRA PPI mengirimkan tiga wakil terpilih, yakni Tri Wahyuni Setyo Rini, Uswatun Hasanah, dan Isa Andajati.
Ketiganya menunaikan tugas sebagai peserta aktif dalam rangkaian materi yang disajikan.
“Kami merasa terhormat dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman serta menimba ilmu dari para mubalighot yang berpengalaman,” ujar Tri Wahyuni Setyo Rini di sela‑sela istirahat.
Acara dimulai dengan Pengajian Iftitah oleh Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Manyar Mohammad Taufiq SAg MPdI. Dalam ceramah singkatnya, ia membahas penjelasan ayat‑ayat dalam Quran surat Al‑Imran 4 dan 110 serta An‑Nahl 125.
Ia menekankan pentingnya ketekunan dalam menegakkan keimanan dan peran dakwah sebagai sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah. “Ayat‑ayat tersebut mengajarkan kita untuk selalu bersabar dan berdoa ketika menapaki jalan dakwah, serta menegaskan keimanan pada Allah yang Maha Mengetahui,” jelasnya.
Materi Profil Mubalighot, menyajikan sejarah, tugas, dan tantangan yang dihadapi para mubalighot dalam era digital. Materi Retorika Dakwah mengupas teknik berpidato, penggunaan bahasa persuasif, serta cara menyampaikan pesan dakwah secara efektif kepada generasi muda.
Materi akhir adalah Micro‑Teaching, di mana peserta mempraktikkan teknik berpidato dan memperoleh masukan langsung dari para ahli.
Tri Wahyuni Setyo Rini menilai sesi micro‑teaching ini sangat bermanfaat. “Kami dapat menguji kemampuan retorika kami secara real time, sekaligus menerima umpan balik konstruktif yang akan memperbaiki cara kami berdakwah di lapangan,” ungkapnya.
Pertemuan berakhir pada pukul 15.00. PRA PPI menyatakan komitmennya untuk terus berpartisipasi dalam kegiatan serupa, memperkuat sinergi antara anggota. “Keberlanjutan program ini menjadi kunci dalam menciptakan generasi pendakwah yang profesional dan berintegritas,” tutup Tri Wahyuni Setyo Rini. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments