Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Genosida Gaza Simbol Runtuhnya Moral Kemanusiaan dan Gelapnya Spiritual

Iklan Landscape Smamda
Genosida Gaza Simbol Runtuhnya Moral Kemanusiaan dan Gelapnya Spiritual
pwmu.co -

Oleh Andi Hariyadi – Ketua Majelis Pustaka Informatika dan Digitalisasi (MPID) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya

PWMU.CO – Kebrutalan tentara zionis Israel melakukan genosida di Gaza Palestina mengakibatkan ribuan nyawa warga melayang. Kerusakan bangunan strategis untuk fasilitas umum dan pemukiman warga luluh lantak dan rata dengan tanah, puing puing bangunan menimbun warga yang tidak berdosa hingga tidak berdaya. Jeritan tangis korban luka bersanding jenazah dalam himpitan batu bata menjadi pemandangan yang memilukan. Air mata sudah mongering karena sepanjang hari hanya di rundung duka. Tubuh yang kesakitan terus melemah karena minimnya bantuan makanan, minuman dan obat obatan. Penderitaan pun semakin panjang.

Mesin pembunuh massal terus bekerja untuk melanjutkan aksi genosida di Gaza. Arogansi tentara zionis sebagai pendukung kekuasaan Netanyahu yang haus darah, semakin membutakan mata hati dan pikiran. Otaknya hanya berisi doktrin membunuh dan membunuh. Hatinya berbalut kegelapan hanya untuk menyiksa dan membunuh. Tidak ada rasa iba, yang ada hanyalah membantai warga Gaza secara membabi buta. Dengan pongahnya memanggul senjata dan lebih bangga ketika bisa melakukan demonstrasi memainkan mesin pembunuh berhias gelimpangan korban jiwa yang terkapar di jalanan atau terkubur dalam reruntuhan.

Ketika luapan emosi keserakahan dan permusuhan lebih menguasai, maka penghancuran,  pembunuhan dan genosida di Gaza semakin leluasa dilakukan. Kecaman demi kecaman yang datang dari penjuru dunia pun tak tergubris sama sekali. Keputusan International Criminal Court (ICC) untuk menangkap penjahat perang dan kemanusiaan, Perdana Menteri Netanyahu yang masih saja berkeliaran ke bapak sekutunya, Amerika Serikat. Penjahat perang itu juga masih  di sambut sebagai tamu kehormatan Perdana Menteri Hungaria Victor Orban, yang ditindaklanjuti keluar dari keanggotaan Mahkamah Pidana Internasional (ICC). Hungaria sebagai anggota ICC yang seharusnya konsisten untuk menangkap Netanyahu, justru menyambut  dengan penuh kehormatan.

Diplomasi lobi Yahudi begitu kuat dan lebih efektif, membangun persepsi dari seorang “penjahat perang” menjadi seorang “pejabat terhormat”. Dari seorang aktor teroris dan ekstrimis menjadi diplomat ulung yang agung. Jejaring lobi zionis Yahudi yang di dukung para diasporanya dari berbagai belahan negara dengan berbagai menjadikan Israel tetap jaya. Semangatnya menghapus Palestina dari peta dunia dan menjadikan Israel Raya, melanggengkan jalan genosidanya di Gaza.

 Gelombang demonstrasi atas aksi genosida dari berbagai masyarakat dunia — yang benar-benar merasakan penderitaan rakyat Palestina, khususnya di Gaza — belum mampu merubah para elit zionis Yahudi di berbagai belahan dunia dalam melindungi kepentingannya di wilayah pendudukan sebagai Tanah Yang Dijanjikan di Palestina. Tanah Yang Dijanjikan merupakan klaim sepihak untuk implementasi teologis yang rasis.

Spiritualitas yang seharusnya berbuah moralitas hanya menjadi kedok dari ambisi jahatnya. Runtuhnya moral kemanusiaan membuat kegelapan cara pandang dan spiritual, sehingga membunuh, membantai dan menginjak nilai kemanusiaan dianggap misi suci untuk mendapatkan tanah yang dijanjikan.  Spiritual yang absurd berdasarkan klaim dan penafsiran teologis sepihak membuat nilai nilai kemanusiaan sebagai nilai universal dianggap tidak ada. Doktrin rasis zionis Yahudi terus diperjuangkan meski diatas tumpukan para Syuhada Palestina.

Doktrin dibangun dengan cara-cara melanggar norma kemanusiaan, merusak peradaban, menciptakan suasana permusuhan dan peperangan yang di dalam ada penyiksaan hingga pembantaian. Runtuhnya moral kemanusiaan ketika lebih leluasa dan lebih disukai melakukan aksi aksi teror, ancaman, penyiksaan, menelantarkan kondisi kemiskinan dan menghalangi upaya layanan kesehatan.

Moral kemanusiaan merupakan bentuk kesadaran membangun nilai nilai kemanusiaan. Ada penghormatan sekaligus perhatian untuk menguatkan persaudaraan bukan permusuhan, menebar kasih sayang, bukan teror berkepanjangan. Dan jika moral kemanusiaan runtuh karena di picu konflik berkepanjangan, seakan ada kepuasan ketika mampu membantai dalam aksi genosida.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Runtuhnya moral kemanusiaan dengan merasa diri lebih baik dari lainnya, menjadikan bebas menindas dan membantai. Sedang spiritualitas yang sejatinya mampu menguatkan nilai-nilai kemanusiaan telah di kebiri sehingga tidak menemukan kebahagiaan sejati. Pembunuhan terhadap sesama bukanlah prestasi justru kerendahan diri.

Genosida di Gaza adalah bukti runtuhnya nilai moralitas kemanusiaan dan gelapnya spiritual. Kesombongan, keserakahan dan pembunuhan adalah bentuk kejahatan peradaban.

Adanya kekuatan spiritual warga Gaza di tengah dentuman bom tidak memadamkan cahaya. Mereka terus memompa semangat melakukan perlawanan terhadap bengisnya tentara zionis Israel. Meski sangat tidak seimbang, spirit perjuangan tidak akan padam.

Saat lantunan kumandang takbir, tahlil dan tahmid sebagai petanda Idul Fitri 1 Syawal 1446 H tiba, kita bisa merayakan hari kemenangan setelah sukses menahan hawa nafsu  melalui  puasa Ramadan, justru warga Palestina mendapat serangan brutal dari tentara Israel.  Duta Besar Ibrahim Khraishi sebagai Perwakilan Tetap Negara Palestina untuk  PBB di Jenewa (2/4/2025) menyampaikan sikap mengutuk keras agresi berkelanjutan selama 18 bulan yang menelan korban jiwa meninggal 170.000 orang, yang sebagian besar anak-anak dan wanita. Mengutuk upaya kebijakan menciptakan kelaparan, menolak bantuan kemanusiaan, menghancurkan infra struktur yang ada. Dan mengutuk tentara zionis Israel yang telah melanggar gencatan senjata, sehingga upaya perdamaian masih jauh dari harapan.

Momen Idul Fitri menyadarkan kita untuk meneguhkan spirit perjuangan, menyuarakan perdamaian dan mengutuk Israel sebagai penjahat kemanusiaan. (*)

Editor Notonegoro

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu