Berbagai program gerakan nasional telah dicanangkan sebagai upaya penataan dan kemajuan.
Namun, upaya tersebut jangan sampai berhenti pada tataran wacana atau seremonial belaka tanpa aksi nyata yang berkelanjutan.
Perlunya implementasi konkret agar gerakan nasionalisme ini efektif terealisasi di seluruh jenjang pemerintahan.
Salah satu contohnya adalah Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026.
Gerakan ini bertujuan membangun sinergi demi memperkuat tata kelola lingkungan.
Presiden menaruh perhatian besar pada persoalan sampah di berbagai daerah—mulai dari masalah kapasitas berlebih (overcapacity), distribusi, hingga regulasi.
Tidak ada kata terlambat untuk melakukan perbaikan yang signifikan demi mencegah krisis lingkungan yang lebih parah.
Selama ini, sampah sering kali hanya dipersepsikan sebagai barang sisa yang tidak berguna dan layak dibuang begitu saja.
Ketidakpedulian ini berdampak fatal; sampah berubah menjadi bencana yang merusak estetika, mengancam kesehatan, hingga menimbulkan penderitaan bagi masyarakat.
Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) tahun 2025, total timbunan sampah mencapai 24.801.628,65 ton per tahun.
Angka tersebut belum termasuk sampah yang dibuang sembarangan ke selokan, sungai, dan laut yang berpotensi menyumbat aliran air.
Tragisnya, kontribusi terbesar berasal dari sampah rumah tangga sebesar 56,7%, disusul sektor pasar sebesar 13,65%, dan perniagaan sebesar 7,58%.
Sebagai sebuah gerakan nasional, Gerakan Indonesia ASRI memerlukan sinergi lintas sektoral, mulai dari tingkat rumah tangga hingga pemerintah pusat.
Pengelolaan sampah yang bijak bukan sekadar pilihan, melainkan keharusan demi mencegah bencana lingkungan dan menjamin kehidupan yang sehat bagi generasi mendatang.
Kesadaran pengelolaan ini wajib diawali dengan pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari sumbernya (rumah tangga).
Kebiasaan mencampur sampah dan membuangnya tanpa pengolahan merupakan tindakan lalai yang dapat memicu krisis lingkungan di masa depan.
Sebagai langkah konkret, harus ada upaya penyediaan fasilitas pembuangan sampah terpilah di tingkat RT/RW untuk meningkatkan estetika lingkungan dan kualitas kesehatan publik.
Pemilahan sampah secara tepat—baik organik, anorganik, maupun limbah elektronik—dapat meningkatkan nilai guna sampah.
Dengan dukungan teknologi, sampah kini dapat dikonversi menjadi sumber energi terbarukan bagi kehidupan.
Namun, keberhasilan gerakan ini sangat bergantung pada kedisiplinan dan kesadaran personal.
Meskipun regulasi telah ditetapkan dan fasilitas telah tersedia, gerakan ini akan stagnan jika tidak dibarengi dengan perubahan sikap.
Oleh karena itu, edukasi untuk menumbuhkan karakter peduli lingkungan harus sejak dini melalui jalur pendidikan.
Sekolah harus menjadi kawah candradimuka bagi pembentukan karakter disiplin siswa.
Dengan menumbuhkan kader-kader muda sebagai relawan dan duta peduli sampah, kita sedang menyiapkan generasi yang bijak dalam mengelola lingkungan.
Lingkungan sekolah yang bersih dan sehat akan menciptakan suasana belajar yang nyaman, yang pada akhirnya memotivasi siswa untuk meraih prestasi setinggi-tingginya.
Keterlibatan tokoh agama dan tokoh masyarakat sebagai panutan sangatlah krusial untuk menyebarluaskan pesan kepedulian lingkungan.
Mari sukseskan Gerakan Indonesia ASRI mulai dari lingkungan sendiri.
Berikutnya duplikasi secara luas agar visi ini tidak sekadar menjadi mimpi, melainkan kenyataan yang membawa perubahan berarti.
Mari kita sambut implementasi Gerakan Indonesia ASRI dengan optimisme.
Meski tantangan di depan terasa berat, kesadaran bahwa ini adalah kebutuhan bersama akan meringankan langkah kita.
Kebersamaan adalah kunci untuk menjaga kelestarian lingkungan.
Gerakan Indonesia ASRI bukanlah beban, melainkan kebutuhan hidup.
Dengan semangat dan optimisme, kita melangkah menuju tujuan mulia.
Ingatlah, setiap pribadi yang sadar akan pengelolaan sampah adalah pahlawan lingkungan bagi kejayaan bangsa dan Indonesia tercinta.***






0 Tanggapan
Empty Comments