Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Green Idul Fitri, Implementasi Rahmatan Lil Alamin

Iklan Landscape Smamda
Green Idul Fitri, Implementasi Rahmatan Lil Alamin
pwmu.co -
Muhammad Irfan Hakim, Anggota Pemuda Muhammadiyah Kedungadem. (Istimewa/PWMU.CO)
Muhammad Irfan Hakim, Anggota Pemuda Muhammadiyah Kedungadem. (Istimewa/PWMU.CO)

Oleh Muhammad Irfan Hakim, Anggota Pemuda Muhammadiyah Kedungadem  

PWMU.CO – Tak terasa kita berada di penghujung Ramadan. Sebentar lagi kita akan merayakan hari kemenangan, yaitu Hari Raya Idul Fitri. Tentu kita tahu bahwa secara sederhana, Idul Fitri adalah salah satu hari raya umat Islam yang bertepatan pada tanggal 1 Syawal. Adapun Id dapat diartikan sebagai hari raya. Sedangkan terkait dengan makna dan arti dari kata fitri atau fitrah, terdapat banyak pemaknaan. 

Setidaknya, terdapat tiga arti dari fitrah yang penulis kutip dari buku Menjadi Manusia Menjadi Hamba karya Dr. Fahruddin Faiz. Pertama, Fitrah diartikan sebagai tabiat ciptaan atau asal kejadian. Kedua, diartikan dengan suci atau kosong. Hal ini mengacu pada hadits Nabi yang berbunyi: “kullu mauludin yuladu alal fitrah”. Adapun yang ketiga, yaitu berati agama atau jalan. Mengacu pada Q.S. Ar-Rum:30, yaitu agama adalah fitrah dari Allah, yang fataranasa alaiha, menjadi pedoman manusia. 

Makna Green Idul Fitri

Green Idul Fitri mungkin masih menjadi hal yang asing di telinga kita. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan Green Idul Fitri? Simplifikasinya, Green Idul Fitri atau Idul Fitri Hijau adalah pelaksanaan ibadah dan perayaan hari raya Idul Fitri dengan ramah lingkungan. Hal ini selaras dengan pemaknaan Idul Fitri sebagaimana di atas, yaitu mengembalikan fitrah terkait spirit mengimplementasikan nilai-nilai Islam. Mengingat banyak perilaku dan tradisi pada Idul Fitri yang bertentangan dengan spirit dan makna Idul Fitri, termasuk yang berkaitan dengan lingkungan hidup.

Dalam konteks Green Idul Fitri, menjadikan momen hari kemenangan ini untuk membumikan nilai-nilai Islam yang berkaitan dengan menyayangi lingkungan. Mengingat Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin (rahmat untuk seluruh alam). Bukan hanya menjadi rahmat umat Islam atau juga umat manusia saja, tapi alam semesta yang di dalamnya terdapat makhluk Allah lainnya. Menebar rahmat untuk semesta, mengembalikan fitrah lingkungan hidup yang lestari sebagaimana mestinya. 

Rahmatan lil alamin tidak hanya konsep normatif mulia belaka yang dimiliki agama Islam. Tapi esensinya adalah harus dipraktekkan, dibumikan, dan diimplementasikan. Sehingga, tidak menjadi uthopia tapi menjadi realita. Islam adalah jawaban atas segala persoalan, termasuk masalah lingkungan hidup yang saat ini menjadi kegelisahan semua umat manusia. Tak hanya menjadi problem regional atau nasional, tapi juga internasonal. Sangat banyak nilai-nilai agama Islam yang berkaitan dengan spirit environmentalisme, untuk itu mari kita implementasikan.

Langkah-langkah Wujudkan Green Idul Fitri

Adapun langkah-langkah yang dapat kita tempuh untuk dapat mewujudkan Green Idul Fitri, sebagai bukti implementasi Islam Rahmatan lil alamin, sebagai berikut: 

1. Gunakan tikar tidak sekali pakai dalam pelaksanaan sholat id

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian alam adalah meminimalisir sampah atau dalam bahasa yang biasa digunakan yaitu reduce. Mari kita kurangi penggunaan tikar sekali pakai yang nantinya akan menjadi sampah setelah digunakan, dengan menggantinya memakai tikar tidak sekali pakai. Karena dahulu, kasus masalah sampah koran yang dijadikan sebagai tikar sholat id pernah menjadi sorotan.

Tentu ini sangat tidak mencerminkan spirit dan makna Idul fitri, serta nila-nilai Islam. Jangan sampai hal ini terulang kembali dan kita harus berbenah. Oleh karena itu, marilah ganti dari tikar sekali pakai (seperti: plastik dan koran) menjadi yang tidak sekali pakai. 

2. Minimalisir hampers atau bingkisan yang berwadah plastik

Kita semua sudah tahu bahwa plastik menjadi persoalan sampah yang serius karena susahnya untuk didaur ulang. Selain hampers, tentunya juga termasuk bungkus jajanan yang dihidangkan di meja ruang tamu. Kita bisa memilih jajanan yang bungkusnya tidak terbuat dari plastic untuk kita sediakan kepada orang lain atau tamu kita. Mari untuk wujudkan Green Idul Fitri ini, kita minimalisir penggunaan plastik dan beralih pada wadah yang lebih ramah lingkungan, kertas misalnya yang daur ulangnya tidak sesulit sampah plastik. 

3. Tidak mubadzir terhadap makanan

Indonesia yang notabede masyarakatnya mayoritas beragama Islam, termasuk salah satu negara penghasil sampah makanan terbesar di dunia, dan menjadi peringkat pertama di Asia Tenggara. Ini bukanlah prestasi yang patut untuk kita banggakan.

Sampah makanan dapat memperparah gas rumah kaca di atmosfer. Bahkan jika sampah makanan atau sampah organik terbuang di tanah, itu dapat menyumbang 50-55% gas metana dan 40-45% gas CO2 yang akan berdampak pada pemanasan global. Puasa mendidik manusia supaya tidak makan dan minum secara berlebihan, jangan sampai momen Idul Fitri menjadi momen pembalasan yang justru banyak makanan terbuang (mubadzir) karena berlebih-lebihan (israf). 

4. Membawa tempat makan-minum tidak sekali pakai

Hal ini dapat kita lakukan ketika mudik untuk bersilaturrahim ke rumah sanak saudara, mengingat Idul Fitri sebagai momen kebersamaan. Mudik dengan membawa kotak makanan dan botol minum sendiri akan dapat meminimalisir sampah.

Selain mengurangi sampah, ini juga dapat mempengaruhi keluarga yang dijadikan tujuan silaturahim untuk juga menjaga kelestarian lingkungan, dengan hal-hal sederhana seperti menggunakan tempat makan dan minum tidak sekali pakai. Silaturrahim ini akan menjadi momen transfer of value (mentrasnfer nilai-nilai moral dan kebaikan) terlebih untuk kebaikan kelestarian lingkungan demi kehidupan yang lebih baik.

Semoga dengan mewujudkan Green Idul Fitri ini, kita sebagai umat Islam menjadi inspirator bagi umat beragama lain untuk juga menyayangi alam. Umat Islam harus senantiasa menjadi pioneer terdepan dalam hal kebaikan dan andil pemecahan sebuah persoalan kehidupan, termasuk persoalan lingkungan, sebagai bukti implementasi rahmatan lil alamin.

Kini saatnya untuk kita merayakan Idul Fitri dengan khidmat, menjunjung tinggi spirit dan makna Idul Fitri dengan merayakan hari kemenangan dengan ramah lingkungan. Memaknai Idul Fitri dengan kembali pada fitrah manusia, yaitu sebagai khalifatullah fil ardh yang mengemban amanah untuk mengelola dan mensejahterakan bumi, bukan mengeksploitasi. Selamat merayakan Idul Fitri. Taqobballahu minna wa minkum, minal aidin wal faizin. Mohon maaf lahir dan batin. (*)

Editor Amanat Solikah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu