Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Guest Lecture FAI UMG Menghadirkan Profesor dari UniSZA Malaysia

Iklan Landscape Smamda
Guest Lecture FAI UMG Menghadirkan Profesor dari UniSZA Malaysia
Foto bersama Prof. Dr. Normadiah Daud dan jajaran Dekanat FAI UMG pada kegiatan Guest Lecture. Foto: Agung Surianto/PWMU.CO
pwmu.co -

Program Studi Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PAI dan PIAUD) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) memiliki program unggulan.

Program unggulan berupa kegiatan kuliah tamu yang menghadirkan pembicara dari luar UMG.

Guest Lecture kali ini FAI UMG menghadirkan Prof. Dr. Normadiah Daud dari Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) Malaysia.

Sedang dari pihak internal FAI UMG, tampak hadir: Dekan FAI UMG (Dr. Hasan Basri, S.Ag., M.Pd.I.); Kepala Prodi PAI (Dr. Noor Amirudin, S.Pd.I., M.Pd.I.); Kepala Prodi PIAUD (Fitri Ayu Fatmawati, S.Pd., M.Pd.); dan salah satu dosen PAI Dr. Mohammad Ahyan Yusuf Sya’bani, S.Pd.I., M.Pd.I.

Pada Selasa (28/10/2025), selama 1,5 jam (18.00-19.30 wib) profesor asal Malaysia itu memaparkan argumentasinya berkaitan dengan “Fiqih Kontemporer perihal Munakahat (pernikahan)”.

Menurut Prof. Norma, munakahat adalah sekolah kehidupan. Di dalamnya, belajar tentang kesabaran, keikhlasan, dan saling mengasihi.

Dengan berpegang pada nilai-nilai agama Islam, dapat menciptakan keluarga yang bukan hanya bahagia di dunia, tetapi juga berkumpul kembali di Surga-Nya.

Guest Lecture FAI UMG Menghadirkan Profesor dari UniSZA Malaysia
Mahasiswa FAI UMG menjadi peserta Guest Lecture. Foto: Agung Surianto/PWMU.CO

Pada kesempatan itu, Prof. Norma menyampaikan tentang adanya godaan dari luar, perubahan nilai sosial, hingga persoalan ekonomi yang seringkali menguji kekuatan sebuah ikatan.

“Lantas, bagaimana cara memastikan bahwa pernikahan yang di bangun tetap kokoh dan sesuai dengan syariat?,” tanya beliau.

Kemudian pertanyaannya tersebut beliau jawab sendiri dengan menyampaikan ada 4 cara:

1. Kembali pada niat yang lurus (jangan lirik sana-sini). Munakahat bukanlah sekadar urusan legalitas atau romantisme sesaat. Ia adalah ibadah, jalan untuk menyempurnakan separuh agama.

Dengan niat yang benar, segala rintangan akan terasa lebih ringan karena di lakukan semata-mata untuk menggapai ridho Allah.

2. Memahami hak dan kewajiban masing-masing pihak. Seringkali konflik dalam rumah tangga muncul karena ketidakpahaman akan peran dan tanggung jawab.

Suami memiliki kewajiban menafkahi dan membimbing. Sementara istri memiliki kewajiban menjaga kehormatan dan mengelola rumah tangga.

Tentu, semua itu harus dijalankan dengan saling menghormati dan penuh kasih sayang. Allah menjelaskan dalam Al-Qur’an, “Dan bergaullah dengan mereka secara patut.” (QS. An-Nisa: 19)

3. Komunikasi yang efektif. Di zaman serba digital ini, komunikasi tatap muka justru semakin terkikis.

Padahal, komunikasi yang baik adalah kunci. Pasangan harus mampu menjadi sahabat terbaik, tempat untuk berkeluh kesah dan berbagi cerita, tanpa ada sekat dan prasangka.

4. Membangun visi-misi keluarga. Pernikahan yang berhasil bukanlah yang bebas masalah, melainkan yang mampu melewati masalah bersama.

Visi-misi keluarga, baik itu dalam hal pendidikan anak, tujuan finansial, atau kontribusi sosial, akan menjadi kompas yang mengarahkan bahtera rumah tangga.

Sebelum mengakhiri paparan, Prof. Norma menyampaikan strategi dalam menentukan pasangan.

Menurutnya, ada empat kriteria yang harus diperhatikan, yaitu: harta (mal), keturunan (nasab), ketampanan/kecantikan (jamal), dan agama (Din).

“Agama (Din) merupakan yang paling utama dan harus didahulukan. Selain itu, baik pria maupun wanita juga perlu memilih pasangan yang memiliki akhlak mulia dan bertanggung jawab”, pungkasnya.***

***

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu