Pemanfaatan papan digital di tengah keterbatasan ruang belajar darurat mendapat apresiasi langsung dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti saat meninjau SMP Negeri 22 Takengon, Aceh Tengah, Kamis (29/1/2026). Di sekolah yang terdampak bencana tersebut, semangat siswa untuk tetap belajar dinilai tetap menyala meski harus mengikuti pembelajaran dalam kondisi pascabencana.
Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan layanan pendidikan tetap berjalan, aman, dan bermakna meski berada dalam situasi pascabencana. Abdul Mu’ti datang bersama jajaran pimpinan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Dalam peninjauan tersebut, Mendikdasmen melihat secara langsung ruang-ruang kelas darurat yang kini digunakan siswa untuk belajar. Meski dalam keterbatasan fasilitas, sekolah tetap berupaya menjaga kualitas pembelajaran dengan memanfaatkan papan interaktif digital sebagai media belajar.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi contoh adaptasi positif dunia pendidikan dalam menghadapi kondisi darurat tanpa harus mengorbankan mutu proses belajar mengajar.
Tak hanya meninjau, Abdul Mu’ti juga terlibat langsung dalam kegiatan pembelajaran. Di kelas IX, ia mengajar Bahasa Inggris sambil mengajak siswa bernyanyi untuk memperkenalkan anatomi tubuh dalam bahasa Inggris. Sementara di kelas VII dan VIII, ia ikut mendampingi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan memanfaatkan papan interaktif digital.
Suasana kelas pun berlangsung hangat dan interaktif. Antusiasme siswa terlihat tetap tinggi meskipun harus belajar di ruang darurat.
“Kondisi darurat tidak boleh menghentikan proses belajar anak-anak. Yang penting mereka tetap bisa belajar, tetap beraktivitas, dan bertemu teman-temannya. Ini bagian dari proses pemulihan agar mereka tidak stres,” ujar Abdul Mu’ti di sela kunjungan.
Selain kegiatan belajar, Mendikdasmen juga mengajak siswa dan guru melakukan Senam Anak Indonesia Sehat di halaman sekolah. Kegiatan ini menjadi simbol penguatan karakter, kebugaran jasmani, sekaligus membangun semangat kebersamaan di lingkungan sekolah pascabencana.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, lanjutnya, terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta berbagai pemangku kepentingan guna mempercepat pemulihan sarana dan prasarana pendidikan di wilayah terdampak bencana. Harapannya, kegiatan belajar mengajar dapat segera kembali berlangsung normal, aman, dan nyaman bagi seluruh peserta didik.





0 Tanggapan
Empty Comments