
Dr Yuni Gayatri MPd saat menjelaskan penggunaan teknologi AI kepada guru dan karyawan Sekolah Kreatif Menganti, Selasa (24/06/2025). (Muhammad Arga/PWMU.CO).
PWMU.CO – Guru dan karyawan Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 1 Menganti mempelajari pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau AI (Artificial Intelligence) dalam materi kedua Rapat Kerja Guru dan Karyawan, Selasa (24/06/2025).
Adapun materi ini tersampaikan oleh Kaprodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Muhammadiyah Surabaya, Dr Yuni Gayatri MPd.
Yuni mengatakan bahwa sudah waktunya seluruh komponen masyarakat terutama guru di bidang pendidikan juga paham tentang teknologi tersebut. Khususnya yang meliputi literasi, numerasi, dan HOTS atau Higher Order Thinking Skills.
Pasalnya, perubahan masa depan merupakan sebuah hal yang sulit untuk terprediksi. Lebih lanjut, penjelasan tersebut ia ambil dari penjabaran teori Darwin.
“Seperti yang pernah diutarakan oleh Charles Darwin bahwa seleksi alam pasti akan terjadi. Di mana kita sebagai manusia harus mempersiapkan diri dengan ilmu pengetahuan yang cukup, termasuk tentang teknologi yang berkembang saat ini” terangnya.
Dalam suasana kondusif, para peserta Raker dengan antusias menyimak penjelasan Yuni Gayatri tentang penggunaan teknologi AI sebagai alat bantu mengajar.
Selain itu, tidak sedikit platform pembelajaran yang memudahkan para guru dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Seperti Kahoot!, Quizizz, dan Mentimeter.
“Guru tetap harus berfokus pada materi yang akan diajarkan pada siswa. Sederhananya, teknologi tersebut sebagai media untuk menyampaikan materi yang telah kita buat, supaya kelas menjadi lebih hidup dan menyenangkan” kata Yuni.
Yuni berharap dampak dari pengenalan teknologi AI seluruh komponen sekolah dapat memahami, mengaplikasikan, dan merefleksikan penggunaan teknologi AI tersebut.
Salah satu peserta Raker Ana Fatmawati SH mengatakan pembahasan dalam materi ini sangat menarik karena menyuguhkan berbagai media yang dapat para guru coba.
“Media teknologi AI ini sangat bermanfaat. Baik untuk wali kelas maupun guru pendamping khusus (GPK) untuk menarik perhatian siswa agar semangat belajar” ungkapanya.
Penulis Merriana Wijayanti, Editor Danar Trivasya Fikri






0 Tanggapan
Empty Comments