Search
Menu
Mode Gelap

Guru MI Muhammadiyah 1 Gumeno Ikuti Workshop Implementasi KBC dan Deep Learning

Guru MI Muhammadiyah 1 Gumeno Ikuti Workshop Implementasi KBC dan Deep Learning
Workshop materi kedua tentang Kurikulum Berbasis Cinta oleh Drs Widayanto pada Sabtu (14/12/2025). (Arinda Nur Sakinah/PWMU.CO).
pwmu.co -

Guru MI Muhammadiyah 1 Gumeno mengikuti Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Deep Learning di Vanda Gardenia Hotel, Trawas, Mojokerto, Sabtu (14/12/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi pendidik Madrasah Ibtidaiyah dalam menghadapi penguatan pembelajaran berbasis karakter dan pendalaman materi ajar.

Dalam kegiatan tersebut, MI Muhammadiyah 1 Gumeno mendelegasikan sepuluh guru untuk bergabung bersama guru dari MI Roudhotut Tholibin Morobakung dan MI Nurul Ulum Gumeno.

Workshop ini terhadiri oleh perwakilan 32 Madrasah Ibtidaiyah se-Kecamatan Manyar, baik guru yang telah tersertifikasi maupun yang belum.

Sebanyak 380 peserta mengikuti workshop yang bertujuan memperkuat pemahaman guru dalam mengimplementasikan pembelajaran mendalam (deep learning) serta Kurikulum Berbasis Cinta dalam proses belajar mengajar.

Kegiatan terbuka dengan pemaparan materi oleh Perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Gresik, Mulyono MPd.

Pada sesi awal, Mulyono membahas konsep pembelajaran intrakurikuler, yang berlanjut dengan materi kokurikuler pada sesi berikutnya.

Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya kondisi psikologis guru dalam menciptakan pembelajaran yang efektif.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Guru yang bahagia akan mampu menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik. Di situlah profesionalitas seorang guru terbangun” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa profesionalisme guru tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi, tetapi juga komitmen terhadap tugas utama sebagai pendidik. “Apa pun kepentingannya, jangan sampai mengalahkan tugas mengajar” tegasnya di hadapan peserta.

Materi selanjutnya tersampaikan oleh Drs Widayanto MPd yang mengulas secara mendalam tentang Kurikulum Berbasis Cinta.

Menurutnya, KBC terancang untuk mendorong penguatan karakter peserta didik melalui pengalaman belajar yang menekankan aspek sosial dan emosional.

“Kurikulum Berbasis Cinta bertujuan membentuk insan yang humanis, nasionalis, naturalis, toleran, serta menjadikan nilai cinta sebagai prinsip dasar dalam kehidupan” jelasnya.

Workshop berlangsung hingga sore hari dan berakhir dengan suasana diskusi yang interaktif serta antusiasme peserta. Mencerminkan kesiapan para guru untuk mengimplementasikan nilai-nilai KBC dan pembelajaran mendalam di lingkungan madrasah masing-masing.

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments