Dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan kompetensi siswa secara menyeluruh, SD Muhammadiyah 1 Kebomas (SD Muri) menggelar kegiatan In House Training (IHT) bertema “Pendekatan Pembelajaran Mendalam untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di Sekolah Muhammadiyah”, Jumat (24/10/2025).
Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas III Faqih Usman ini diikuti oleh para guru dari SD Muhammadiyah 1 Kebomas (SD Muri), SMP Muhammadiyah 4 (SPMUPAT) Kebomas, serta TK Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA) 11 Giri.
Belajar dari Fasilitator Inspiratif BBGP Jawa Timur
IHT kali ini menghadirkan Ibu Salha, S.Pd. SD, Fasilitator Pembelajaran Mendalam dari Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Jawa Timur, sebagai narasumber utama. Dalam penyampaiannya, beliau berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang penerapan prinsip Deep Learning dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari yang berfokus pada tiga prinsip utama: Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning.
Menurut Ibu Salha, pembelajaran mendalam tidak hanya menekankan pada pencapaian pengetahuan faktual, tetapi juga menumbuhkan pemahaman konsep yang bermakna serta penerapan nilai-nilai kehidupan dalam proses belajar.
“Guru diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Dengan begitu, siswa tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga tumbuh secara emosional dan sosial,” jelasnya di tengah kegiatan yang berlangsung penuh semangat.
Refleksi Guru: Dari Mindset hingga Strategi Mengajar
Antusiasme peserta tampak sepanjang kegiatan. Para guru aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait praktik pembelajaran di kelas.
Ustadzah Qomariyah, guru Pendidikan Agama Islam SD Muri, menyampaikan bahwa pembelajaran mendalam menjadi pendekatan penting dalam meningkatkan mutu pembelajaran.
“Pembelajaran mendalam membantu siswa memahami materi lebih baik, bukan sekadar menghafal. Selain itu, pendekatan ini juga mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan analitis melalui proses belajar yang mindful, meaningful, dan joyful,” ujarnya.
Sementara itu, Ustadzah Nurul Ainia Rachmayuni, S.Pd., guru kelas IV SD Muri, mengaku mendapatkan banyak inspirasi baru dari materi yang disampaikan.
“Kegiatan ini menambah wawasan saya tentang pembelajaran mendalam dari perspektif yang berbeda. Tantangannya memang pada penyusunan RPP dan ice breaking yang relevan di awal pembelajaran, tetapi saya jadi lebih siap untuk berinovasi di kelas,” tuturnya.
Senada dengan itu, Ustadzah Dinda Ila Rahadatil ‘Aisy, S.Pd., guru kelas II, mengungkapkan pentingnya perubahan pola pikir guru dalam menerapkan pembelajaran mendalam.
“Yang paling penting bukan hanya keterampilan, tetapi juga pola pikir. Saya diajak untuk mengubah fixed mindset menjadi growth mindset. Guru harus terus bertumbuh agar bisa menumbuhkan semangat belajar pada anak-anak,” katanya.
Kepala Sekolah: Guru sebagai Agen Perubahan
Dalam sambutannya, Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 1 Kebomas, Ustadzah Riza Agustina Wahyu Setyawati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan IHT ini. Menurutnya, pembelajaran mendalam menjadi kunci dalam menyiapkan peserta didik yang adaptif dan kompeten di masa depan.
“Pendekatan ini membantu siswa mengembangkan keterampilan penting seperti berpikir kritis, memecahkan masalah, berkomunikasi, dan berkolaborasi. Dengan keterampilan tersebut, anak-anak akan mampu mengembangkan potensi dirinya dan mencapai kesuksesan,” ungkapnya.
Suasana pelatihan semakin hangat ketika peserta terlibat dalam simulasi dan diskusi kelompok. Guru-guru dari berbagai jenjang saling bertukar ide dan berbagi strategi pembelajaran yang bisa diterapkan di kelas masing-masing. Kolaborasi lintas sekolah Muhammadiyah ini menjadi bukti nyata semangat sinergi dan berbagi untuk kemajuan pendidikan Islam di Kebomas.
Langkah Nyata Menuju Sekolah Berbudaya Deep Learning
Melalui kegiatan In House Training ini, para guru memperoleh wawasan baru bahwa pembelajaran bukan hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga pada proses yang membentuk karakter, nilai, dan cara berpikir siswa.
SD Muhammadiyah 1 Kebomas berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan serupa secara berkelanjutan demi menumbuhkan budaya belajar yang mendalam, bermakna, dan menyenangkan di lingkungan sekolah Muhammadiyah.
Dengan semangat pembelajaran mendalam, para guru diharapkan menjadi agen perubahan yang membawa semangat mindful learning ke ruang kelas masing-masing, melahirkan generasi pembelajar sepanjang hayat yang cerdas, berakhlak, dan berkarakter unggul. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments