Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Guru SD Mutu Kagumi Belajar Marketing Berakhlak ala Rasulullah melalui Kegiatan Sinarengan

Iklan Landscape Smamda
Guru SD Mutu Kagumi Belajar Marketing Berakhlak ala Rasulullah melalui Kegiatan Sinarengan
Guru SD Mutu Kagumi saat mengikuti kegiatan Sinarengan. Foto: Istimewa.
pwmu.co -

Ruang kelas 1B SD Muhammadiyah 1 Balongpanggang, Gresik (SD Mutu Kagumi) mendadak hangat oleh semangat belajar Guru SD Mutu Kagumi pada Sabtu (24/1/2026).

Dengan tema Strategi Marketing Sekolah, SD Mutu Kagumi menggelar agenda bertajuk “Sinarengan: Sinau Bareng dengan Praktisi Pendidikan” yang berlangsung sejak pukul 10.00 hingga 15.45 WIB.

Acara dibuka dengan nuansa religius melalui murajaah bersama surat Al-Adiyat yang dipandu oleh Ustazah Yussi Mardiansyah, S.Ag., Harapan akan kelancaran acara pun dipanjatkan melalui doa oleh Ustaz Muhlis Abdillah, disusul sambutan hangat dari Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Balongpanggang, Ustaz Muhammad Reban, S.Pd., M.Pd.

Dalam sambutannya, Ustaz Reban menyampaikan apresiasi mendalam atas antusiasme para guru. Beliau menegaskan bahwa Majelis Dikdasmen akan terus mendukung penuh langkah SD Mutu Kagumi yang konsisten belajar dan memperbaiki diri.

Dukungan ini diberikan demi memastikan terselenggaranya layanan pendidikan terbaik yang mampu menjawab harapan wali murid.

Memasuki sesi inti, suasana semakin menarik saat Penasihat Ahli Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik, Ir. Dodik Priyambada, S.Ak., M.M., memberikan pengantar sebelum mempersilakan M. Nor Qomari, S.Si., atau yang akrab disapa Ustaz Ari, membedah konsep marketing.

Ustaz Ari menegaskan sebuah perspektif penting: Rasulullah Muhammad SAW adalah role model marketer paling sukses sepanjang sejarah manusia.

“Keberhasilan beliau bukan karena iklan besar-besaran, tetapi karena akhlak, kejujuran, dan kepercayaan,” ungkapnya.

  • Amanah sebagai fondasi, yakni sekolah harus menjadi lembaga yang terpercaya, bukan sekadar mengejar viralitas melalui konten media sosial.

  • Produk yang terbukti sesuai dengan pengalaman, sehingga kualitas pendidikan dapat dirasakan langsung oleh peserta didik dan orang tua.

  • Gethok tular (rekomendasi), yaitu promosi yang tumbuh dari kepuasan dan kepercayaan masyarakat.

  • Melayani dengan hati, dengan mengedepankan ketulusan dan kepedulian dalam setiap layanan pendidikan.

Ustaz Dodik Priyambada kemudian melanjutkan pembahasan dengan membedah teknis marketing khusus untuk SD Mutu Kagumi. Beliau menekankan bahwa di tengah perubahan zaman yang dinamis, sekolah harus memiliki “nilai lebih” berupa keunggulan dan keunikan yang tidak dimiliki lembaga lain.

“Perubahan zaman harus kita hadapi dan sikapi. Jangan sampai ilmu yang sudah kita tulis hanya berakhir menjadi tumpukan catatan tanpa aksi nyata,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa kepercayaan akan melahirkan loyalitas dan pembelaan secara alami.

Dari diskusi panjang tersebut dapat disimpulkan bahwa marketing sekolah bukan semata-mata menjadi tugas satu departemen atau divisi humas. Lebih dari itu, marketing merupakan budaya berakhlak dan keteladanan yang tercermin dalam setiap bentuk pelayanan.

Sebagai penutup Ustaz Ari memberikan pesan pamungkas bagi seluruh pejuang pendidikan di SD Mutu Kagumi.

“Usahakan doamu, doakan usahamu. Selalu libatkan Allah untuk Kagumi tercinta,” pungkasnya.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu