Guru SMA Muhammadiyah 8 (Smamdela) Gresik, Lukman Arif S.Pd.I, meraih medali emas pada ajang Bupati Gresik Invitational Archery Competition 2025 yang berlangsung di Lapangan SOR Petrokimia Gresik, Sabtu-Ahad (6-7/12/25).
Kompetisi panahan tingkat kabupaten yang diikuti 101 peserta tersebut diselenggarakan oleh Perkumpulan Panahan Indonesia (PerPaNi) Gresik.
Acara dibuka oleh Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Gresik, dr. Anis Ambiyo Putri, didampingi Ketua PerPaNi Gresik, Dr. Ir. Ari Primantara, serta Kabidpora Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudparpora), Kumala Wardani S.A.P.
Di tengah suasana kompetisi yang penuh ketegangan, Lukman tampil tenang sejak awal. Wakil Kepala Sekolah bidang Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab (Ismuba) itu berdiri di garis tembak dengan sikap rileks, menyesuaikan posisi jemarinya pada tali busur sebelum melepas panah pertama.
Sorot matanya fokus, gerakannya stabil. Panah-panah yang dilepaskannya melesat mantap menuju papan sasaran.
Lukman mengatakan bahwa panahan mengajarkan seseorang untuk tetap fokus, sebab jika pikiran sedang kacau, panah yang dilepaskan tidak akan mengenai sasaran dengan tepat.
“Panahan mengajarkan kita untuk fokus. Kalau pikiran kacau, panah tidak akan pernah tepat sasaran,” tuturnya seusai pertandingan.
Kategori yang ia ikuti adalah Barebow 20 Meter Umum Putra, salah satu kelas yang menuntut ketelitian tinggi karena tidak menggunakan alat bantu bidik. Peserta sepenuhnya mengandalkan presisi alami, kekuatan otot, dan kestabilan napas.
Perlahan namun konsisten, skor demi skor mengantarkan namanya naik ke papan unggulan. Hingga akhirnya, Lukman menempati posisi puncak dan dinyatakan sebagai Juara 1 Barebow 20 Meter Umum Putra, mengungguli puluhan pemanah dewasa dari berbagai komunitas.
Hasil Latihan Bersama Cerme Archery Club
Prestasi Lukman tidak lepas dari latihan yang ia jalani bersama Cerme Archery Club, komunitas panahan yang juga menaungi para pemanah muda Smamdela. Ia mengaku rutin berlatih selama beberapa bulan terakhir.
“Latihan bersama anak-anak membuat saya ikut terpacu. Di klub ini, kami belajar bersama, saling menguatkan, dan menikmati prosesnya,” ujarnya.
Ketika namanya diumumkan sebagai juara pertama, sorak kegembiraan langsung pecah dari area tribun. Sejumlah siswa Smamdela yang mendampingi tim tampak melompat sambil bertepuk tangan, bangga melihat guru mereka naik ke podium sambil menggenggam medali emas.
Bagi siswa Smamdela, kemenangan ini menjadi motivasi tersendiri. Mereka menyaksikan langsung guru yang biasanya mengajar Ismuba di kelas, kini berdiri sebagai atlet terbaik pada kompetisi tingkat kabupaten.
Menurut Wakil Kepala Kesiswaan Smamdela, Ahmad Rizal Azdka, S.Pd., prestasi Lukman menjadi teladan nyata bahwa guru mampu menunjukkan semangat belajar sepanjang hayat.
“Ini inspirasi yang kuat untuk anak-anak. Guru bukan hanya menyampaikan teori, tetapi juga memberi contoh kerja keras dan konsistensi,” katanya.
Selain bertanding, Lukman juga turut mendampingi para atlet pelajar Smamdela yang berlaga pada kategori SMA. Kehadirannya membuat suasana tim semakin solid.
Usai menerima medali emas, Lukman menegaskan bahwa kemenangan ini bukan hanya miliknya.
“Hari ini bukan tentang saya saja. Ini kemenangan kita semua, Smamdela, Cerme Archery Club, dan seluruh anak-anak yang berani mencoba,” ungkapnya.
Gelaran Bupati Gresik Invitational Archery Competition 2025 ini ditutup dengan suasana penuh syukur dan kebanggaan. Bagi Smamdela, prestasi ini menjadi energi baru untuk terus mengembangkan bakat siswa maupun guru di berbagai bidang.
Dari sebuah lapangan panahan di Gresik, seorang guru membuktikan bahwa keteladanan dapat lahir dari keberanian menarik busur dan melepaskan panah dengan penuh keyakinan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments