
PWMU.CO – Kwartir Wilayah (Kwarwil) Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) Sulawesi Selatan (Sulsel) turut ambil bagian dalam acara Konsolidasi Nasional (Konsolnas) yang digelar oleh Kwartir Pusat (Kwarpus) HW.
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Sabtu-Ahad (26–27/04/2025), di Auditorium Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ).
Dipimpin langsung oleh Ketua Kwarwil Sulsel, Syahrir Radjab, dan didampingi oleh Sekretaris Kwarwil, Umar Sadik, delegasi HW Sulsel membawa semangat tinggi untuk memperkuat gerakan kepanduan di lingkungan Muhammadiyah.
Pada sesi tanggapan dan laporan, Syahrir menyampaikan sejumlah usulan penting untuk mengakselerasi peran HW sebagai ujung tombak pendidikan karakter.
“Pertama, kami mengusulkan agar Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) PP Muhammadiyah menegaskan Hizbul Wathan dan Tapak Suci sebagai ekstrakurikuler wajib di seluruh sekolah, madrasah, dan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA),” tegas Syahrir dalam forum.
Tak berhenti di situ, Ramanda Syahrir —sapaan akrabnya— juga mendorong perubahan penting di ranah pendidikan tinggi. Ia mengusulkan agar mata kuliah Kepramukaan di PTMA diganti dengan mata kuliah Kepanduan HW.
“Dengan begitu, mahasiswa tidak hanya mampu mengajar Hizbul Wathan, tetapi juga Pramuka. Namun sebaliknya, lulusan dari mata kuliah Kepramukaan belum tentu mampu mengajar Hizbul Wathan,” jelasnya.
Untuk menunjang implementasi usulan tersebut, Kwarwil Sulsel juga mendorong program pelatihan pembina melalui Jaya Melati I bagi mahasiswa jurusan pendidikan keguruan. Pelatihan ini akan melahirkan calon pendidik yang tersertifikasi sebagai pembina HW.
Selain itu, Syahrir mengusulkan mekanisme penyetaraan bagi pembina Pramuka yang ingin beralih menjadi pembina atau pelatih HW. “Ini langkah strategis untuk mempercepat lahirnya pelatih Hizbul Wathan yang berkualitas,” tambahnya.
Di akhir paparannya, Ramanda Syahrir menegaskan pentingnya momentum Konsolnas ini. “Hizbul Wathan bukan sekadar kegiatan tambahan, melainkan instrumen strategis untuk membentuk karakter Islami generasi muda Muhammadiyah,” tandasnya.
Kehadiran HW Sulsel dalam Konsolnas kali ini menjadi bukti nyata komitmen mereka untuk terus mendorong dinamika gerakan kepanduan yang adaptif, inovatif, dan berakar kuat pada nilai-nilai Islam Berkemajuan.(*)
Penulis Moh Ernam Editor Zahrah Khairani Karim






0 Tanggapan
Empty Comments