Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan bahwa tradisi Halalbihalal tidak sekadar budaya, tetapi juga menjadi wahana penguatan nilai keagamaan sekaligus mempererat kebersamaan dalam membangun bangsa.
Hal tersebut disampaikan dalam acara Halalbihalal dan Silaturahmi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah yang digelar di Kabupaten Batang, Sabtu (11/4/2026).
Menurut Haedar, kualitas keberagamaan yang baik akan melahirkan dampak luas bagi kehidupan umat, masyarakat, hingga kemanusiaan secara global.
“Dari kualitas keberagamaan itu melahirkan dampak yang luas, yang mencerahkan, mencerdaskan, serta memajukan kehidupan umat, masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan semesta,” ujarnya.
Haedar menjelaskan, puasa Ramadan memiliki tujuan utama untuk meningkatkan ketakwaan. Seorang muslim yang bertakwa, lanjutnya, memiliki tiga ciri utama: gemar berinfak, memiliki sikap menyenangkan (tidak mudah marah), serta lapang dalam memberi maaf.
Ia menegaskan bahwa semangat berinfak merupakan konsekuensi dari latihan menahan diri selama Ramadan, sekaligus bukti bahwa seseorang tidak diperbudak oleh harta.
“Infak dan sedekah tidak hanya berdimensi ibadah, tetapi juga memiliki dampak sosial yang nyata. Jika semangat berbagi ini tumbuh, kesenjangan sosial dapat ditekan,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Haedar juga mendorong Persyarikatan Muhammadiyah untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam pembangunan, termasuk di Kabupaten Batang.
Harapan ini disambut oleh Ketua PWM Jawa Tengah, Tafsir, yang mengungkapkan rencana pembangunan rumah sakit Muhammadiyah di wilayah tersebut.
Menurutnya, proyek pembangunan rumah sakit di Kabupaten Batang diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp98 miliar.
“Mudah-mudahan tidak membutuhkan waktu lama, insyaallah segera terwujud,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, menyatakan dukungannya terhadap peran Muhammadiyah dalam pembangunan daerah, khususnya di sektor kesehatan.
Ia bahkan meminta Muhammadiyah untuk turut mendampingi pemerintah dalam proses pembangunan yang tengah berjalan di Kabupaten Batang.
Terkait rencana pembangunan rumah sakit oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Batang, Faiz memberikan apresiasi mengingat rasio tempat tidur rumah sakit yang masih belum ideal.
“Harapannya Muhammadiyah bisa menyediakan hingga 150 tempat tidur. Ke depan, kami juga akan memberikan dukungan minimal Rp500 juta,” ungkapnya.
Menurutnya, dukungan tersebut bukan sekadar bantuan, melainkan bentuk apresiasi atas kontribusi Muhammadiyah dalam meningkatkan layanan kesehatan masyarakat.
Kegiatan Halalbihalal ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat nilai keagamaan sekaligus membangun sinergi antara Muhammadiyah dan pemerintah dalam memajukan masyarakat.
Semangat berbagi, kebersamaan, dan kolaborasi yang ditekankan dalam acara ini diharapkan mampu menjadi energi kolektif dalam menghadirkan perubahan nyata bagi bangsa.





0 Tanggapan
Empty Comments