
PWMU.CO – Pondok Pesantren MBS Al Hikmah menggelar Haflah Akhirus Sanah pada Ahad pagi (1/6/2025), yang dihadiri oleh seluruh wali santri dan sejumlah tamu undangan.
Acara ini menjadi momen istimewa sekaligus emosional karena melepas santri perintis yang telah menempuh pendidikan sejak awal rebornnya pesantren.
Acara dimulai dengan pembacaan basmalah, dilanjutkan dengan tilawah al-Quran oleh dua santri putri yang membacakan surat al-Mujadilah ayat 11. Suasana khidmat menyelimuti pembukaan acara tersebut.
Mudir MBS Alhikmah, Arif, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada semua pihak, khususnya para wali santri akhir yang telah mempercayakan anak-anak mereka sejak awal berdirinya pesantren.
“Acara ini menjadi momen yang sangat emosional bagi saya. Mereka adalah anak-anak ideologi pertama MBS, dan melalui wasilah tiga santri awal, kini pesantren kita telah tumbuh menjadi dan berkembang dengan 62 santri dan insyaa Allah akan terus meningkat,” ungkapnya dengan penuh haru.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyematan tanda kelulusan kepada santri akhir, serta uji publik yang mencakup bidang tahfidh, tajwid, dan nahwu-shorof dengan metode manhaji. Para santri tampil menunjukkan capaian mereka di hadapan hadirin dengan percaya diri.
Sebagai bentuk apresiasi, seluruh santri akhir mendapatkan penghargaan atas pencapaian mereka. Penghargaan ini diberikan langsung oleh Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PDM Banyuwangi, H. Syairofi, yang turut hadir mewakili pimpinan daerah.
Suasana semakin semarak dengan berbagai penampilan santri, baik putra maupun putri. Mereka menampilkan puisi, drama, atraksi Hizbul Wathan, seni bela diri Tapak Suci, serta pidato dalam tiga bahasa. Semua penampilan tersebut mendapat apresiasi luar biasa dari para wali santri dan tamu undangan.
Acara ditutup dengan doa bersama, memohon kepada Allah SWT agar para santri—baik yang telah lulus maupun yang masih dalam proses pembinaan—senantiasa diberi kemudahan dan keberkahan dalam menuntut ilmu dan mengamalkannya.(*)
Penulis Arif Maeshawl Nur Jagad Editor Zahrah Khairani Karim






0 Tanggapan
Empty Comments