
PWMU.CO – Halal Bihalal bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga momentum strategis untuk menimba ilmu dari ranting percontohan. Inilah yang dilakukan Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Kedungsukodani dengan bersilaturahmi ke Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan PRA Wage.
Bertempat di Aula De Durian Park Wonosalam, Kabupaten Jombang, Ahad (20/4/2025), PRA Kedungsukodani menggelar halal Bihalal yang dirangkai dengan studi tiru ke PRM dan PRA Wage.
Sinergi dan Semangat Baru
Acara dimulai pukul 09.30 WIB dan diikuti oleh 60 peserta dari enam PRA se-Cabang Balongbendo, yaitu PRA Suwaluh, PRA Bakungtemenggungan, PRA Singkalan, PRA Penambangan, PRA Balongbendo, serta PRA Kedungsukodani sebagai tuan rumah.
Setelah pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kegiatan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya”, “Mars Muhammadiyah”, dan “Mars Aisyiyah”.
Ketua PRA Kedungsukodani, Maulidia Rahmawati, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada PRM dan PRA Wage atas kehadiran serta ilmu yang dibagikan dalam kegiatan ini.
“Kami berharap kegiatan ini tidak sekadar menyambung ukhuwah, tetapi juga menjadi langkah konkret menuju pengelolaan PRA kami yang baru berusia satu tahun agar menjadi ranting yang berkemajuan dan visioner,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa PRA Kedungsukodani saat ini telah menjalankan beberapa program seperti kajian tahsin untuk ibu-ibu, produksi jamu, dan pembuatan kue kering handmade melalui Majelis Ekonomi.
Setelah sambutan, peserta mengikuti sesi inti berupa pemaparan materi, sharing, dan diskusi yang dipandu oleh Dwi Setiani dari Majelis Kesehatan PRA Kedungsukodani. Materi disampaikan oleh Ustadz H Harna ST dan Ustadz Drs H Muhajir dari PRM Wage, serta didampingi Ustadzah Ismi Umamah dan Nurul Musdholifah MPd dari PRA Wage.

Materi 1: Empat Karakter Pemimpin Organisasi
Dalam suasana yang hangat, Ustadz Harna, Ketua PRM Wage, menyampaikan pentingnya membangun semangat dakwah dan sinergi lintas bidang. Ia menjelaskan bahwa PRM Wage berdiri tahun 1988 dan sempat mengalami berbagai tantangan sebelum akhirnya memiliki tiga masjid dan SD Muhammadiyah Ikrom.
Ia memaparkan empat karakter penting bagi seorang pemimpin organisasi:
- Menata niat: Kepemimpinan harus dilandasi niat mencari ridha Allah SWT.
- Kekompakan: Pemimpin harus memahami dan mengelola potensi anggota agar saling melengkapi.
- Bergerak: Organisasi harus terus bergerak dan menghadirkan program bermanfaat.
- Ta’awun: Menguatkan budaya saling mendukung dan berlomba dalam kebaikan.
Ustadz Harna juga berbagi pengalaman PRM Wage meraih predikat ranting terbaik se-Indonesia tahun 2019 dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Lomba LPCRM, berkat keunikan branding “Ranting Serasa Pesantren”.
Materi 2: Pertumbuhan dan Perkembangan AUM PRM Wage
Materi kedua disampaikan oleh Ustadz Drs. Muhajir, Sekretaris PRM Wage. Ia memaparkan secara rinci sejarah dan perkembangan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Wage sejak berdiri tahun 1988 hingga kini.
Dimulai dari pembangunan Masjid Al-Ilham pada 1989, kemudian berkembang dengan pendirian Ranting ‘Aisyiyah Wage (2001), PG TK ABA 25 Wage (2002), dan SD Muhammadiyah 3 Ikrom (2005), hingga berbagai unit lainnya seperti Klinik Aisyiyah, Katering Mandiri, dan PT Ikrom Surya Mandiri.
Saat ini AUM PRM Wage telah memiliki 167 karyawan yang tersebar di berbagai unit amal usaha dan majelis.
Sesi Diskusi dan Tanya Jawab
Sesi ini berlangsung interaktif dengan beragam pertanyaan, seperti cara menarik minat generasi muda Nasyiatul Aisyiyah, pendirian TPA, strategi peningkatan santri TPQ, hingga pengembangan usaha katering dan kolaborasi antar majelis.
Menjawab pertanyaan, Ustadz Harna menekankan pentingnya memahami karakter generasi muda dan memberi ruang bagi mereka untuk berekspresi, misalnya dengan menyediakan fasilitas sesuai minat mereka seperti Wi-Fi dan kopi saat pertemuan.
Diskusi berlangsung dalam suasana hangat dan humoris. Di akhir sesi, Ustadz Harna berpesan agar para peserta menerapkan prinsip ATM: Amati, Tiru, dan Modifikasi sesuai kondisi masing-masing ranting agar dapat terus berkembang dan memberi manfaat bagi umat. (*)
Penulis Nurul Musdholifah Editor Wildan Nanda Rahmatullah





0 Tanggapan
Empty Comments