Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terasa di Pondok Pesantren Muhammadiyah (PPM) An Nur Sidoarjo pada Sabtu (07/03/2026).
Menjelang perpulangan santri untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri, pesantren menggelar rangkaian kegiatan Ramadan yang tertutup dengan acara buka puasa bersama. Kegiatan ini menjadi momen istimewa bagi santri, pengurus pesantren, serta para wali santri yang hadir.
Rangkaian kegiatan berlangsung sejak sore hari dengan pembagian takjil kepada masyarakat oleh Forum Wali Santri (FORWAS) PPM An Nur Sidoarjo.
Bagikan 700 Paket Takjil
Sebanyak 700 paket takjil dibagikan kepada para pengguna jalan yang melintas di jalan raya Surabaya–Malang. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus program kerja FORWAS yang bertujuan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Para wali santri yang tergabung dalam FORWAS tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Mereka bekerja sama menyiapkan paket takjil sejak siang hari sebelum akhirnya dibagikan kepada masyarakat menjelang waktu berbuka puasa.
Senyum dan ucapan terima kasih dari para pengendara menjadi kebahagiaan tersendiri bagi para relawan yang terlibat dalam kegiatan berbagi tersebut.
Setelah kegiatan pembagian takjil selesai, rangkaian kegiatan Ramadan dilanjutkan dengan pembagian zakat fitrah kepada masyarakat sekitar pesantren.
Penyaluran zakat ini menjadi bagian dari komitmen Pondok Pesantren An Nur Sidoarjo untuk terus menjalin hubungan baik dengan lingkungan sekitar serta berbagi keberkahan di bulan suci Ramadan.
Selain zakat fitrah, panitia juga menyalurkan bingkisan Hari Raya kepada warga sekitar dan para santri. Bingkisan tersebut harapannya dapat menambah kebahagiaan dalam menyambut hari kemenangan setelah menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh.
Bagi para santri, kegiatan ini juga menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya berbagi dan peduli terhadap sesama.
Pengurus pesantren menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi juga bagian dari pendidikan karakter bagi para santri.
Melalui kegiatan berbagi, para santri harapannya dapat memahami nilai-nilai kepedulian sosial, empati, dan kebersamaan yang menjadi bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat.
Menjelang waktu berbuka, kegiatan dilanjutkan dengan kajian singkat yang diikuti oleh para santri dan tamu yang hadir.
Esensi Bulan Ramadan
Kajian tersebut memberikan pesan-pesan spiritual tentang makna Ramadan, pentingnya menjaga amal ibadah, serta bagaimana membawa nilai-nilai kebaikan Ramadan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kajian tersebut tersampaikan bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Tetapi juga tentang melatih kesabaran, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, serta memperkuat hubungan dengan Allah dan manusia.
Para santri diingatkan agar nilai-nilai tersebut tetap dijaga meskipun bulan Ramadan telah berlalu.
Kajian tersebut juga menjadi pengingat bagi para santri yang akan segera kembali ke rumah masing-masing untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga. Mereka diharapkan tetap menjaga akhlak baik yang telah dibiasakan selama berada di pesantren.
Suasana semakin terasa hangat saat waktu berbuka puasa tiba. Para santri, pengurus pesantren, dan wali santri duduk bersama menikmati hidangan berbuka puasa dalam suasana penuh kebersamaan. Canda, tawa, dan rasa syukur menyatu dalam momen sederhana namun penuh makna tersebut.
Bagi para santri, buka bersama ini menjadi salah satu kenangan indah sebelum mereka meninggalkan pesantren sementara waktu untuk pulang ke rumah. Kebersamaan yang terjalin selama di pesantren terasa semakin kuat melalui momen berbuka bersama tersebut.
Pihak pesantren berharap kegiatan ini dapat terus menjadi tradisi baik yang dilakukan setiap tahun. Selain sebagai bentuk syukur atas nikmat Ramadan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara pesantren, wali santri, dan masyarakat sekitar.
Dengan rangkaian kegiatan mulai dari pembagian takjil, penyaluran zakat fitrah, pembagian bingkisan Hari Raya, kajian Ramadan, hingga buka puasa bersama, Pondok Pesantren An Nur Sidoarjo menutup kegiatan Ramadan dengan penuh kebahagiaan dan keberkahan.
Semoga semangat kebersamaan dan kepedulian yang terbangun dalam kegiatan ini dapat terus tumbuh. Tidak hanya di bulan Ramadan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Momen ini menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sejati sering kali hadir dari kebersamaan dan dari berbagi kepada sesama.






0 Tanggapan
Empty Comments