Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Darul Arqom Ramadan SD Muhammadiyah 8 Tulangan: Menguatkan Spirit Keikhlasan Guru dalam Mendidik Generasi

Iklan Landscape Smamda
Darul Arqom Ramadan SD Muhammadiyah 8 Tulangan: Menguatkan Spirit Keikhlasan Guru dalam Mendidik Generasi
Darul Arqom Ramadan guru dan karyawan SD Muhammadiyah 8 Tulangan. (Youlanda/PWMU.CO)
pwmu.co -

SD Muhammadiyah 8 Tulangan menyelenggarakan kegiatan Kajian Ramadan Darul Arqom bagi guru dan karyawan pada Jumat (14/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula SD Muhammadiyah 8 Tulangan tersebut menghadirkan penceramah Ustadz Muhlasin Amrullah, S.Ud., M.Pd.I., dengan tema “Menjernihkan Hati di Bulan Suci Ramadan, Menguatkan Langkah dalam Mendidik Generasi.”

Kajian ini dihadiri oleh bapak dan ibu guru serta karyawan SD Muhammadiyah 8 Tulangan. Selain itu, turut hadir Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tulangan, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Desa Kenongo, ketua RT 1 hingga RT 3 Desa Kenongo, takmir masjid, komite sekolah, serta Ikatan Wali Murid (IKWAM).

Kegiatan Darul Arqom yang diselenggarakan oleh guru dan karyawan (Gukar) ini menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai keislaman sekaligus meningkatkan kesadaran spiritual para pendidik.

Melalui kegiatan tersebut, para peserta diajak untuk merefleksikan kembali makna ibadah, peran guru, serta tanggung jawab dalam mendidik generasi.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Muhlasin Amrullah mengingatkan bahwa dalam menjalankan ibadah seorang muslim harus memiliki sikap yang seimbang, tidak berlebihan namun juga tidak menyepelekan.

“Ibadah itu tidak boleh berlebihan, tetapi juga tidak boleh disepelekan. Kita diajarkan untuk menjalani ibadah dengan sikap yang seimbang,” ujar Ustadz Muhlasin di hadapan para peserta kajian.

Ia juga menyinggung tentang puasa sunnah yang dicontohkan oleh Nabi Daud. Menurutnya, puasa Nabi Daud merupakan salah satu bentuk ibadah yang mencerminkan kedisiplinan dan keseimbangan dalam menjalankan kehidupan spiritual.

“Disebutkan bahwa sebaik-baiknya puasa adalah puasanya Nabi Daud, yaitu puasa yang dijalankan secara seimbang dan penuh kedisiplinan,” jelasnya.

Selain itu, Ustadz Muhlasin mengajak para peserta untuk terus meningkatkan ketakwaan serta berprogres menuju kebaikan. Ia menekankan bahwa setiap individu maupun lembaga harus terus berkembang menjadi lebih baik.

“Setiap orang harus berprogres menuju kebaikan, begitu juga lembaga. Kemajuan lembaga pendidikan sangat bergantung pada kualitas orang-orang yang ada di dalamnya,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan bahwa Islam tidak melarang manusia untuk mencari kebahagiaan di dunia. Namun demikian, kebahagiaan tersebut harus tetap dilandasi oleh nilai-nilai keislaman serta tidak melupakan kehidupan akhirat.

Ustadz Muhlasin juga menjelaskan makna tawakal dalam kehidupan seorang muslim. Menurutnya, manusia diperintahkan untuk berikhtiar secara maksimal, sedangkan hasil akhir merupakan bagian dari takdir Allah SWT.

“Allah menginginkan kita untuk berikhtiar. Adapun takdir sepenuhnya merupakan hak Allah. Tugas kita adalah berusaha sebaik mungkin,” tuturnya.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Dalam konteks pendidikan, ia menegaskan bahwa menjadi guru bukan sekadar profesi, tetapi memiliki makna besar dalam membangun peradaban.

Ia menjelaskan bahwa dalam Islam perempuan dimuliakan karena menjadi madrasah pertama bagi anak-anak yang lahir ke dunia.

Menurutnya, sekolah sebagai lembaga pendidikan memiliki peran penting dalam melahirkan generasi yang akan mengisi peradaban di masa depan.

Oleh karena itu, para guru diharapkan memiliki ikatan yang kuat dengan nilai-nilai agama dalam menjalankan tugasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa dalam dunia pendidikan seorang guru harus tetap bekerja dengan penuh keikhlasan karena Allah SWT, baik ketika dipuji maupun tidak.

“Dalam mendidik, kita harus tetap ikhlas karena Allah, meskipun dipuji atau tidak. Seorang guru harus memiliki totalitas, loyalitas, dan empati terhadap peserta didik,” pesannya.

Melalui ibadah puasa, lanjutnya, Allah SWT juga mengajarkan manusia untuk merasakan lapar yang sama. Hal ini menjadi pelajaran penting bahwa rasa lapar tidak hanya dirasakan oleh orang miskin, tetapi juga oleh semua orang yang menjalankan puasa.

Ia menambahkan bahwa sekolah yang hebat adalah sekolah yang mampu menumbuhkan empati di antara seluruh warganya.

Ketika empati tumbuh, maka sikap individualisme akan berkurang dan semangat kebersamaan akan semakin kuat.

Melalui kegiatan Darul Arqom Ramadan ini diharapkan para guru dan karyawan semakin mendapatkan pencerahan serta motivasi untuk terus berkembang.

Dalam Muhammadiyah dikenal semangat tajdid, yaitu pembaruan dan pengembangan. Semangat tersebut diharapkan terus hidup dalam lembaga pendidikan Muhammadiyah agar mampu melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, serta berkontribusi dalam membangun peradaban.(*)

Revisi Oleh:
  • Zahrah Khairani Karim - 16/03/2026 15:06
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡