Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Senyum Santri yang Dibawa Pulang: Kisah Haru Mahasiswa Turki Selama di Al-Mizan

Iklan Landscape Smamda
Senyum Santri yang Dibawa Pulang: Kisah Haru Mahasiswa Turki Selama di Al-Mizan
Pemberian Kenang-kenangan dari Al Mizan untuk 3 mahasiswa Turki. (Tim Media/PWMU.CO)
pwmu.co -

Empat hari bukanlah waktu yang panjang. Namun, bagi tiga mahasiswa Turki yang tergabung dalam Yedi Hilal, kebersamaan selama 14–17 Agustus 2026 di Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Al-Mizan Muhammadiyah Lamongan meninggalkan kesan yang jauh lebih panjang dari hitungan hari.

Senin (17/8/2026), menjadi hari perpisahan. Bertempat di Kantor Direksi Al-Mizan, rangkaian kunjungan mereka ditutup melalui closing ceremony yang berlangsung hangat dan penuh keakraban.

Tiga mahasiswa Turki, yakni Yusuf Kareem, Thoriq, dan Salih, bersama Sekretaris PCIM Turki Maftuh Ikhsan Nanda Kurniawan, berpamitan setelah mengikuti beragam aktivitas di lingkungan Al-Mizan.

Selama berada di Al-Mizan, mereka tidak sekadar berkunjung. Mereka turut merasakan denyut kehidupan pendidikan dan kepesantrenan. Mulai dari mengikuti pembelajaran, memberikan motivasi, menyaksikan serta mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, hingga terlibat dalam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan tersebut berlangsung di empat kampus Al-Mizan, mulai Kampus I hingga Kampus IV.

Pertemuan lintas budaya itu mempertemukan dua dunia yang berbeda, tetapi menemukan banyak kesamaan dalam semangat pendidikan, kaderisasi, kebersamaan, dan pengabdian.

Senyum Santri yang Tak Terlupakan

Di hadapan jajaran BPH Al-Mizan, Direksi, serta ustaz dan ustazah, Yusuf Kareem menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan yang diberikan selama mereka berada di Lamongan.

“Kami sangat senang dengan sambutan dan perhatian yang diberikan oleh Al-Mizan. Banyak ilmu dan pengalaman yang akan kami bawa ke negara kami. Mohon maaf apabila ada salah sikap dan perbuatan kami karena budaya yang berbeda,” ujarnya dengan logat khas Turki.

Bagi Thoriq, pengalaman di Al-Mizan bukan hanya tentang belajar di ruang kelas. Interaksi dengan para santri justru menjadi salah satu pengalaman paling berkesan.

Ia menyampaikan dalam bahasa Turki bahwa banyak pembelajaran dan pengalaman yang diperolehnya selama berada di Al-Mizan. Salah satunya adalah belajar bersama anak-anak tentang semangat, kebersamaan, dan ketulusan.

Senyum para santri menjadi sesuatu yang membekas dalam ingatannya.

“Semangat, kebersamaan, dan senyum tulus mereka tidak bisa kami lupakan,” ungkapnya.

Sementara itu, Salih menyebut kunjungannya ke Al-Mizan sebagai pengalaman yang sangat berkesan. Apa yang ia temukan selama berada di Indonesia akan dibawa pulang sebagai inspirasi untuk dikembangkan di tempatnya.

Konsep Otomatis
Suasana keakraban dalam pamitan mahasiswa Turki dihadapan pimpinan Al Mizan. (Tim Media/PWMU.CO)

Mengapa Al-Mizan?

Sekretaris PCIM Turki, Maftuh Ikhsan Nanda Kurniawan, menjelaskan alasan Al-Mizan dipilih sebagai salah satu tempat belajar dalam kunjungan Yedi Hilal.

SMPM 5 Pucang SBY

Menurutnya, Al-Mizan memiliki ekosistem pendidikan dan sosial yang cukup lengkap. Di dalamnya terdapat berbagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), mulai dari panti asuhan, madrasah aliyah, madrasah tsanawiyah, SMP, pondok pesantren, Sekolah Luar Biasa (SLB), hingga taman kanak-kanak.

Keberadaan berbagai lembaga tersebut menunjukkan bahwa kiprah Muhammadiyah tidak berhenti pada satu bidang, tetapi hadir dalam berbagai ruang kehidupan masyarakat.

“Al-Mizan memiliki beberapa Amal Usaha Muhammadiyah, mulai dari panti asuhan, MA, MTs, SMP, pondok pesantren, SLB, dan TK yang kiprahnya memberikan kontribusi nyata bagi Muhammadiyah maupun masyarakat luas,” ujar alumni Al Mizan tahun 2017 ini.

Menurut Maftuh, semangat tersebut memiliki irisan dengan gerakan Yedi Hilal.

“Dalam menjalankan kiprahnya, Muhammadiyah selaras dengan Yedi Hilal,” ungkapnya.

Bukan Akhir, tetapi Awal Silaturahmi

Perpisahan tersebut tidak berlangsung dengan suasana haru yang berlebihan. Justru kehangatan dan rasa kekeluargaan menjadi warna utama closing ceremony.

Mudir Al-Mizan, Ustadz Mujianto, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas kesan positif yang disampaikan para mahasiswa Turki.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama berada di Al-Mizan masih terdapat kekurangan dalam pelayanan.

“Kami terkesan dengan apa yang disampaikan. Mohon maaf apabila pelayanan kami belum bisa memenuhi keinginan,” tuturnya.

Namun, bagi Mujianto, empat hari kebersamaan tersebut bukanlah akhir dari hubungan antara Al-Mizan dan Yedi Hilal. Ia berharap komunikasi dan persaudaraan yang telah terbangun dapat terus dilanjutkan.

“Walau begitu, kami berharap silaturahmi ini tetap terjalin. Jangan malu-malu untuk mengunjungi kami kembali suatu saat nanti. Pintu Al-Mizan terbuka untuk Anda semua,” ujarnya di hadapan para mahasiswa Turki.

Empat hari akhirnya menjadi kenangan. Para mahasiswa Turki kembali membawa perjalanan mereka menuju negaranya, sementara Al-Mizan menyimpan cerita tentang persahabatan lintas negara yang tumbuh dari ruang-ruang sederhana: kelas, kegiatan ekstrakurikuler, halaman kampus, hingga senyum para santri. (*)

Revisi Oleh:
  • Nadjib Hamid - 19/08/2026 05:50
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu